Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria Dituntut 6 Tahun Penjara

Kompas.com - 16/09/2020, 22:40 WIB
Perdana Putra,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com - Bupati non-aktif Solok Selatan Muzni Zakaria dituntut 6 tahun penjara atas kasus korupsi proyek pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan, Solok Selatan, Sumatera Barat.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman selama 6 tahun penjara,” ujar jaksa Komisi Pembertantasan Korupsi Rikhi Benindo Maghaz saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Padang, Rabu (16/9/2020).

Rikhi yang didampingi rekannya Rio Frandy dan Januar Dwi Nugroho menilai, Muzni terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca juga: Seorang Bakal Calon Bupati di Solok Tidak Lolos Tes Kesehatan

Menurut Rikhi, hal yang memberatkan Muzni yaitu perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Kemudian, terdakwa tidak berterus terang dan tidak mengakui perbuatannya.

"Sedangkan hal yang meringankan, karena terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama persidangan," ujar Rikhi.

Jaksa juga menuntut Muzni membayar denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kemudian, dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp3,375 miliar subsider 2 tahun kurungan.

Baca juga: Gedung RS Khusus Covid-19 Pulau Galang Rusak akibat Angin Kencang

Menanggapi tuntutan, penasehat hukum Muzni akan mengajukan pembelaan secara tertulis atau pleidoi pada sidang berikutnya.

"Kami mengajukan pembelaan secara tertulis,” kata penasehat hukum terdakwa, Audi Rahmat.

Dalam perkara ini, Muzni diduga menerima uang dengan nilai total Rp3,375 miliar dari pengusaha Muhammad Yamin Kahar terkait paket proyek masjid dan jembatan.

Muhammad Yamin kahar sudah lebih dulu divonis bersalah dan dihukum 2,5 tahun penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com