5 Wilayah Ini Diprediksi Akan Alami Kekeringan Ekstrem Lebih dari 2 Bulan

Kompas.com - 16/09/2020, 22:01 WIB
Ilustrasi kekeringan.
KOMPAS.comIlustrasi kekeringan.

WAINGAPU, KOMPAS.com - Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda (UMK) Waingapu merilis lima kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, NTT, akan dilanda kekeringan ekstrem lebih dari 61 hari.

Lima kecamatan yang berstatus awas tersebut, yaitu Kanatang, Haharu, Kambera, Paberiwai, dan Kahaungu Eti.

Baca juga: Tak Bermasker, Pria yang Ngaku Pengacara Menolak Didenda, Malah Keluarkan Kartu Peradi

Dalam keterangan tertulis, Stasiun Meteorologi UMK Waingapu menjelaskan, kekeringan akan berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.

Kurangnya ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih.

Baca juga: Pria yang Ngaku Pengacara Sebut Tisu di Dalam Mobil adalah Masker, Ngeyel dan Tolak Didenda

Kekeringan juga berdampak pada meningkatnya potensi kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur, Mikail Jaka Laki mengatakan, ada dua kecamatan berstatus awas yang sudah mendapat layanan air bersih, yakni Haharu dan Kanatang.

Sementara tiga lainnya belum ada laporan secara rinci kepada BPBD.

Kecamatan lain yang belum mendapatkan bantuan air bersih sudah dibahas dalam rapat koordinasi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tol Manado-Bitung Dibuka 24 Jam, Selama 2 Minggu Gratis

Tol Manado-Bitung Dibuka 24 Jam, Selama 2 Minggu Gratis

Regional
Mencoret Mushala dan Merusak Al Quran, Pemuda 18 Tahun Jadi Tersangka

Mencoret Mushala dan Merusak Al Quran, Pemuda 18 Tahun Jadi Tersangka

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Penjual Pakaian di Gunungkidul

Densus 88 Geledah Rumah Penjual Pakaian di Gunungkidul

Regional
Warga Palembang Ramai-ramai Berburu Janda Bolong, Pedagang Untung Besar

Warga Palembang Ramai-ramai Berburu Janda Bolong, Pedagang Untung Besar

Regional
Gubernur Papua Barat: Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Tenaga Medis Bekerja Tak Kenal Lelah

Gubernur Papua Barat: Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Tenaga Medis Bekerja Tak Kenal Lelah

Regional
Pendatang Tak Pakai Masker di Solo, Siap-siap Bersihkan Sungai 30 Menit

Pendatang Tak Pakai Masker di Solo, Siap-siap Bersihkan Sungai 30 Menit

Regional
Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Regional
Polisi Tangkap Driver Ojol yang Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Anggota Kecelakaan

Polisi Tangkap Driver Ojol yang Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Anggota Kecelakaan

Regional
Kronologi Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Polisi yang Mengalami Kecelakaan

Kronologi Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Polisi yang Mengalami Kecelakaan

Regional
Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia U20, 3 Venue Jakabaring Direnovasi

Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia U20, 3 Venue Jakabaring Direnovasi

Regional
Ojol Korban Order Fiktif di Semarang Kini Bisa Tersenyum Lebar

Ojol Korban Order Fiktif di Semarang Kini Bisa Tersenyum Lebar

Regional
Terjadi Penolakan, Acara KAMI di Karawang Dibubarkan

Terjadi Penolakan, Acara KAMI di Karawang Dibubarkan

Regional
Keluarga Mengamuk di Rumah Sakit, Ingin Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Keluarga Mengamuk di Rumah Sakit, Ingin Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Pelaku Vandalisme di Tangerang Lakukan Aksi Perusakan di 2 Mushala

Pelaku Vandalisme di Tangerang Lakukan Aksi Perusakan di 2 Mushala

Regional
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 4 Saksi Dikenakan Wajib Lapor

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 4 Saksi Dikenakan Wajib Lapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X