PSK Tewas Usai Layani 6 Pria, Ini Penyebab Pelanggan Terakhir Jadi Tersangka

Kompas.com - 16/09/2020, 17:46 WIB
Ilustrasi pekerja seks komersial (PSK) ShutterstockIlustrasi pekerja seks komersial (PSK)

KOMPAS.com - Fakta baru terungkap dalam peristiwa tewasnya seorang pekerja seks komersial ( PSK) di Yogyakarta.

Sempat kejang sebelum meninggal, PSK berinisial DP (41) itu ternyata telah melayani enam orang pria dalam satu hari pada hari kematiannya.

Polisi menetapkan pelanggan terakhir, AP (23), warga Purworejo, sebagai tersangka.

Baca juga: PSK yang Tewas Saat Layani Tamu Terima 6 Pelanggan Hari Itu, Sempat Dilarang Suami

Dianggap tidak menolong

Ilustrasi hotel.shutterstock.com/Pattier_Stock Ilustrasi hotel.
Sebelum tewas, korban melayani AP hingga dua kali.

Selesai melayani, tiba-tiba DP kejang-kejang hingga terjatuh.

Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Isnaini mengungkap bahwa AP tidak menolong korban.

"Mestinya menolong, tapi malah menutup (wajah korban) dengan kaus milik korban agar suaranya tidak terdengar keluar kamar," jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: PSK Tewas di Hotel Saat Layani Tamu, Pelanggan dan Suami Sama-sama Terancam Pidana

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Rumah di Bima Ludes Terbakar, Satu Penghuni Tewas Terpanggang

2 Rumah di Bima Ludes Terbakar, Satu Penghuni Tewas Terpanggang

Regional
Warga Kebumen yang Pakai Masker di Luar Rumah Diberi Uang Tunai

Warga Kebumen yang Pakai Masker di Luar Rumah Diberi Uang Tunai

Regional
Tol Manado-Bitung Dibuka 24 Jam, Selama 2 Minggu Gratis

Tol Manado-Bitung Dibuka 24 Jam, Selama 2 Minggu Gratis

Regional
Mencoret Mushala dan Merusak Al Quran, Pemuda 18 Tahun Jadi Tersangka

Mencoret Mushala dan Merusak Al Quran, Pemuda 18 Tahun Jadi Tersangka

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Penjual Pakaian di Gunungkidul

Densus 88 Geledah Rumah Penjual Pakaian di Gunungkidul

Regional
Warga Palembang Ramai-ramai Berburu Janda Bolong, Pedagang Untung Besar

Warga Palembang Ramai-ramai Berburu Janda Bolong, Pedagang Untung Besar

Regional
Gubernur Papua Barat: Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Tenaga Medis Bekerja Tak Kenal Lelah

Gubernur Papua Barat: Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Tenaga Medis Bekerja Tak Kenal Lelah

Regional
Pendatang Tak Pakai Masker di Solo, Siap-siap Bersihkan Sungai 30 Menit

Pendatang Tak Pakai Masker di Solo, Siap-siap Bersihkan Sungai 30 Menit

Regional
Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Regional
Polisi Tangkap Driver Ojol yang Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Anggota Kecelakaan

Polisi Tangkap Driver Ojol yang Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Anggota Kecelakaan

Regional
Kronologi Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Polisi yang Mengalami Kecelakaan

Kronologi Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Polisi yang Mengalami Kecelakaan

Regional
Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia U20, 3 Venue Jakabaring Direnovasi

Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia U20, 3 Venue Jakabaring Direnovasi

Regional
Ojol Korban Order Fiktif di Semarang Kini Bisa Tersenyum Lebar

Ojol Korban Order Fiktif di Semarang Kini Bisa Tersenyum Lebar

Regional
Terjadi Penolakan, Acara KAMI di Karawang Dibubarkan

Terjadi Penolakan, Acara KAMI di Karawang Dibubarkan

Regional
Keluarga Mengamuk di Rumah Sakit, Ingin Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Keluarga Mengamuk di Rumah Sakit, Ingin Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X