Berawal dari Meme Hasil Survei, Eep Putus Kontrak dengan Paslon di Pilkada Makassar

Kompas.com - 16/09/2020, 16:31 WIB
Founder dan CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALFounder dan CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah

MAKASSAR, KOMPAS.com- Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) menghentikan kerja sama dengan lembaga konsultan politik Polmark Indonesia.

Penghentian kerja sama itu berawal dari beredarnya meme hasil survei tingkat keterpilihan empat pasangan bakal calon dalam Pilkada Makassar.

Dalam meme itu, pasangan Appi-Rahman diunggulkan. Tim Pemenangan Appi-Rahman mengklaim data dalam meme itu berdasarkan hasil survei Polmark.

"Tidak ada kebohongan dan pembohongan di dalamnya," kata juru bicara Appi-Rahman, Fadli Noor dalam rilis yang diterima Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Satu Paslon dalam Pilkada Makassar Hentikan Kerja Sama dengan Eep Saefulloh Fatah

Setelah gambar itu beredar, CEO Polmark Eep Saefulloh Fatah mengeluarkan bantahan.

Tim Pemenangan Appi-Rahman tidak menerima adanya bantahan ini. Mereka pun memilih untuk menghentikan kerja sama dengan Polmark.

"Pak Erwin Aksa selaku Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman kecewa sekali dengan sikap Eep. Eep mengingkari hasil survei Polmark," kata Fadli.

Fadli membeberkan, Tim Appi-Rahman telah melakukan kontrak kerja dengan PolMark untuk kegiatan pendampingan political marketing sejak 19 Agustus 2020 dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar dan telah dibayarkan.

"Dalam perjanjian kontrak tersebut, kami berhak menerima bantuan semaksimal mungkin dalam komunikasi politik dan upaya pemenangan lainnya. Angka-angka elektabilitas yang tercantum dalam meme yang beredar seharusnya diafirmasi oleh PolMark karena angka-angka tersebut bersumber dari hasil survei mereka sendiri. Namun faktanya justru dibantah oleh Eep dan PolMark," jelas Fadli.

Baca juga: Keponakan Jusuf Kalla Daftar ke KPU Makassar di Hari Terakhir Pendaftaran

Sedangkan Eep mengatakan ada kesalahan waktu pengambilan sampel survei dalam meme yang dipublikasi tim Appi-Rahman.

"Meme itu menyebut 'Data Agustus 2020' sebagai keterangan waktunya. Jelas ini salah. Kami
hanya punya data survei 23-31 Juli 2020. Pada bulan Agustus dan September kami belum melakukan survei lagi di Kota Makassar," sebut Eep dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com.

"Bagi saya dan PolMark Indonesia, ini bukan soal teknis belaka. Kejujuran menyampaikan keterangan waktu survei adalah bagian dari etika publikasi survei yang sangat penting," sambungnya.

Terkait kabar telah dipecat dari Tim Pemenangan Appi-Rahman, Eep membantahnya.

Menurutnya, dalam kontrak kerja sama, Polmark Indonesia dan pasangan calon itu dalam posisi sejajar.

Baca juga: Pj Wali Kota Makassar Diduga Salahi Surat Izin Mendagri Terkait Mutasi Jelang Pilkada

"Kontrak ini tak menjadikan saya dan keluarga besar PolMark Indonesia sebagai bawahan pihak lain. Karena itu, pemecatan dari satu pihak ke pihak lainnya tak dimungkinkan untuk terjadi," sebut Eep.

Eep juga menyatakan akan mengembalikan uang yang sudah diterima dari Appi-Rahman.

 

Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Regional
Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Regional
Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Regional
Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Regional
Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Regional
Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X