Ombudsman Jatim Beri Rapor Kuning Pelayanan Publik di Pemkab Jember

Kompas.com - 16/09/2020, 16:10 WIB
Tim dari ombudsman Jawa Timur saat berkunjung ke kantor DPRD Jember Rabu (16/9/2020) BAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COMTim dari ombudsman Jawa Timur saat berkunjung ke kantor DPRD Jember Rabu (16/9/2020)

JEMBER, KOMPAS.com – Ombudsman Perwakilan Jawa Timur memberikan rapor kuning terhadap pelayanan publik di Pemerintah Kabupaten Jember.

Rapor kuning menandakan pelayanan publik yang dilakukan masih kurang baik.

“Survei kepatuhan tahun 2019 secara keseluruhan belum menunjukkan rapor hijau,” kata Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Jawa Timur Muflihul Hadi, kepada Kompas.com, usai berkunjung ke kantor DPRD Jember, Rabu (16/9/2020).

Menurut dia, ada tiga penilaian yang diberikan oleh Ombudsman. Yakni rapor merah, yang berarti pelayanan publik tidak baik, nilainya dibawah 50.

Baca juga: Mendagri Tolak Mutasi 611 Pejabat di Lingkungan Pemkab Jember

 

Rapor kuning menunjukkan pelayanan publik kurang baik, nilainya 50 hingga 80.

Kemudian rapor hijau yang menunjukkan pelayanan sudah baik, nilainya 80 ke atas.

Penilaian yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Jember setelah Ombudsman melakukan survei kepatuhan tahun 2019.

Yakni pada standar pelayanan publik di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Seperti di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinsos, Dinkes dan lainnya.

“Ada 150 produk, masing-masing OPD kami ambil lima, seperti pelayanan KTP, akte kelahiran, akte kematian dan lainnya,” tutur dia.

Selanjutnya, ada 30 item yang dicek ke lapangan oleh Ombudsman tanpa pemberitahuan pada dinas terkait.

Misalnya apakah ada standar pelayanan, standar waktu, standar persyaratan, petugas pengelolaan pengaduan dan lainnya.

“Itu setiap item ada fotonya, kami langsung cek kelapangan tanpa pemberitahuan,” ujar dia.

Ombudsman melakukan survei pada 16 kabupaten/kota. Namun yang mendapatkan rapor kuning salah satunya Jember.

“Daerah lain banyak yang hijau, saya lupa data persisnya,” tutur dia.

Baca juga: Tak Indahkan Panggilan DPRD Jember, Kepala BPKAD Menghilang Saat Disidak

Sementara itu, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman Jawa Timur Achmad Khoiruddin menambahkan, ada empat pengaduan dari warga Jember yang diterima oleh Ombudsman.

Yakni terkait pelayanan perizinan, baik Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sekolah dan reklame.

Untuk itu, pihaknya datang ke Jember guna menyelesaikan persoalan lambannya perizinan.

Sebab, temuan Ombudsman masalah tersebut ada pada sistem yang diterapkan di Pemerintah Kabupaten Jember.

“Kami datang untuk mengambil data dan informasi, kami ambil basic pendelegasian,” ucap dia.

Berdasarkan Perpres Nomor 97 Tahun 2014 tentang perizinan satu pintu, kepala daerah harus mendelegasikan proses perizinan kepada kepala Dinas PTSP. 

Tujuannya untuk percepatan proses perizinan. Namun, yang terjadi di Jember tidak ada pendelegasian wewenang tersebut.

“Setelah kami turun klarifikasi, kami baru tahu, di Jember ada PTSP, tapi masih berbentuk rekomendasi, berarti belum ada pendelegasian kewenangan,” terang dia.

Baca juga: DPRD Panggil Bank Jatim, Minta Gaji Bupati Jember Tak Dibayarkan Selama 6 Bulan

Padahal, Dinas PTSP bukan hanya pelayanan untuk memasukkan berkas, tapi proses pelayanan hingga selesai.

Termasuk dengan tanda tangan perizinan karena sudah mendapatkan wewenang.

Ombudsman mendorong adanya Perda atau perbup untuk pendelegasian wewenang.

“Kalau di Surabaya cukup perwali, tidak perlu perda,” pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X