"Lebih Baik Bayar Denda Pak, daripada Dipenjara meskipun Hanya Sehari"

Kompas.com - 16/09/2020, 16:01 WIB
PANTAU—Kapolres Madiun Kota, AKBP R. Bobby Aria Prakasa memantau jalannya persidangan ditempat warga yang terjaring dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan covid-19 di Jalan Mastrip, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (16/9/2020) siang. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIPANTAU—Kapolres Madiun Kota, AKBP R. Bobby Aria Prakasa memantau jalannya persidangan ditempat warga yang terjaring dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan covid-19 di Jalan Mastrip, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (16/9/2020) siang.

MADIUN, KOMPAS.com - Sebanyak 22 warga yang terjaring dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Kota Madiun dijatuhi hukuman kurungan penjara 24 jam atau membayar denda Rp 50.000.

Hukuman penjara diterapkan untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

“Karena Anda tidak mengenakan masker maka dihukum membayar denda Rp 50.000 atau menjalani hukuman kurungan badan (penjara) selama satu hari di sel tahanan Mapolres Madiun Kota,” ujar hakim tunggal Pengadilan Negeri Kota Madiun, Ni Kadek Kusuma Wardani, saat memvonis terdakwa pelanggar protokol kesehatan dalam operasi Yustisi di Jalan Mastrip Kota Madiun, Rabu (16/9/2020) siang.

Sebelum menjatuhi hukuman, Kadek bertanya kepada setiap pelanggar tentang tujuan mereka memakai masker selama pandemi Covid-19.

Rata-rata pelanggar mengetahui alasan mengenakan masker yakni mencegah penularan virus corona baru.

Baca juga: Diduga Mabuk Saat Mengemudi, Wakil Bupati Yalimo Tabrak Polwan hingga Tewas

Kadek lalu menjelaskan, aturan tentang denda sebesar Rp 250.000 bagi warga yang tak memakai masker.

Namun, karena faktor ekonomi warga yang terdampak Covid-19, denda yang harus dibayar menjadi Rp 50.000.

Dari 22 pelanggar protokol kesehatan, rata-rata terjaring operasi yustisi karena lupa memakai masker. Padahal, mereka menyimpan masker di saku.

Seluruh pelanggar memilih membayar denda daripada menginap semalam di sel tahanan Polres Madiun Kota.

“Lebih baik bayar denda pak, daripada dipenjara meskipun hanya sehari,” ujar seorang pria usai membayar denda di meja jaksa penuntut umum Kejari Kota Madiun.

Efek jera

Humas Pengadilan Negeri Kota Madiun Endratno Rajamai mengatakan, hukuman penjara untuk memberikan efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan.

Apalagi, sosialisasi wajib menggunakan masker sudah disampaikan sejak beberapa bulan lalu.

"Hukuman itu untuk memberikan efek jera agar tidak mengulang lagi kesalahan yang sama. Tetapi semuanya memilih hukuman membayar denda,” kata Endratno.

Menurut Endratno, hukuman itu tercantum dalam aturan yang telah ditetapkan. Aturan itu menjadi dasar bagi hakim memutuskan hukuman bagi pelanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Terjaring Operasi Yustisi, Ibu Ini Kebingungan Tetap Kena Denda meski Pakai Masker

Kapolres Madiun Kota AKBP R Bobby Aria Prakasa mengatakan, operasi yustisi akan terus digelar di tempat-tempat keramaian dan strategis di wilayah Kota Madiun.

Mantan Kapolres Aceh Barat ini berharap warga makin tertib dan disiplin menerapkan protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Pasalnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Saya ingatkan agar warga tetap taat dan disiplin mengenakan masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak agar terhindar dari Covid-19,” kata Bobby.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pembunuhan Wanita Hamil di Bandung, Pelaku Suami Siri, Dipicu karena Cemburu

Fakta Pembunuhan Wanita Hamil di Bandung, Pelaku Suami Siri, Dipicu karena Cemburu

Regional
Langka, Hujan Es Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT

Langka, Hujan Es Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT

Regional
PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

Regional
Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Regional
Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Regional
Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Regional
Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Regional
Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Regional
15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Regional
30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

Regional
Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Regional
Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Regional
11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

Regional
Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X