PSK Tewas Setelah Layani 6 Pelanggan, Polisi: Suaminya Tidak Mengizinkan, tapi Kalau Diingatkan Minta Cerai

Kompas.com - 16/09/2020, 10:08 WIB
Ilustrasi garis polisi. THINKSTOCKIlustrasi garis polisi.

KOMPAS.com - Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus kematian pekerja seks komersil ( PSK) yang ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di Depok Barat, Yogyakarta, saat melayani tamunya, Minggu (13/9/2020) lalu.

Ternyata, dalam satu hari korban tidak hanya melayani satu orang, tetapi sudah mendapat enam tamu.

"Pas hari itu enam (orang)," kata Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Iptu Isnaini saat ditemui, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Ibu dan Anak Kandung di Bitung Berhubungan Badan, Polisi: Anak Perempuannya Sudah 3 Kali Menyaksikan Mereka

Kata Isnaini, sebenarnya suami korban tidak menginzinkan istrinya bekerja sebagai PSK. Tak hanya itu, suaminya pun sudah mengingatkan istrinya untuk tidak melakukan pekerjaan itu lagi.

"Sebenarnya suami ini tidak mengizinkan si istri akan berbuat seperti itu. Tapi kalau diingatkan (istrinya) minta cerai," ungkapnya.

Polisi tetapkan satu tersangka

Masih dikatakan Isnaini, terkait dengan kematian PSK tersebut, pihaknya telah melakukan gelar perkara dan menetapapkan AP (23), warga Purworejo, Jawa Tengah, sebagai tersangka.

AP merupakan pria yang berada di dalam kamar bersama korban saat korban tewas.

"Kami tetapkan tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana pencurian atas dua handphone milik korban yang dikuasi oleh pelaku. Termasuk karena kelalaianya sehingga menyebabkan orang lain meninggal," jelasnya.

Baca juga: PSK yang Tewas Saat Layani Tamu Terima 6 Pelanggan Hari Itu, Sempat Dilarang Suami

Tak hanya itu, tersangka juga dianggap lalai karena tidak menolong korban saat ia dalam kondisi kejang-kejang.

Melihat itu, AP malah menutup wajah korban dengan kaos agar suaranya tidak terdengar dari luar.

"Mestinya menolong tapi malah menutup dengan kaos milik korban, agar suaranya tidak terdengar keluar kamar," ungkapnya.

Baca juga: Ibu di Muaraenim Ajak Anak Kandungnya Berhubungan Intim, Terbongkar Saat Digerebek Polisi Kasus Narkoba

Tunggu hasil otopsi

Untuk mengetahui penyebab tewasnya korban, saat ini polisi masih menungu hasil otopsi yang belum keluar.

"Sudah dilakukan otopsi pemeriksaan dalam, tapi untuk hasilnya belum keluar. Ini untuk mengetahui penyebab kematianya," ujarnya.

Baca juga: Seorang PSK Tewas Usai Layani Pelanggan, Suami Korban Ternyata Menunggu di Kamar Berbeda

Kata Isnaini, dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik.

"Apakah ada penyebab lain, seperti keracunan atau apa, ini masih menunggu hasil lab (laboratorium). Makanya kami belum berani menentukan ini suatu tindak pidana pembunuhan atau percobaan pembunuhan," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta keterangan keluarga korban terkait dengan riwayat korban.

"Dari keterangan keluarga tidak ada riwayat sakit, cuma kemarin ditemukan di dalam tasnya ada obat. Menurut suami korban itu adalah obat gemuk, itu jumlahnya sudah berkurang, itu (jumlahnya) 60 sudah berkurang empat," ujarnya.

Baca juga: Ayah di Sleman Setubuhi Anaknya sejak SMP, Terbongkar dari Chat WhatsApp Korban yang Diketahui Tantenya

Sebelumnya diberitakan, seorang pekerja seks komersial (PSK) meninggal dunia di kamar sebuah hotel.

PSK tersebut meninggal setelah melayani tamunya berinisial AP, pada Minggu (13/9/2020).

Korban yang meninggal di dalam kamar sebuah hotel ini diketahui berinisial DP (41) warga Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Pengakuan Pria Beristri yang Setubuhi Siswi SMA: Dia Jual, Saya Beli Rp 500.000

 

(Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor : Khairina)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikemas Kotak Kayu, 301 Kilogram Ganja Dibawa Truk dari Aceh ke Bogor

Dikemas Kotak Kayu, 301 Kilogram Ganja Dibawa Truk dari Aceh ke Bogor

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 September 2020

Regional
Demi Hidupi 4 Adiknya, Gadis Yatim Piatu Jadi Penggembala Sapi dan Pungut Kelapa

Demi Hidupi 4 Adiknya, Gadis Yatim Piatu Jadi Penggembala Sapi dan Pungut Kelapa

Regional
Geliat Penerbangan di Tengah Wabah, Maskapai Asing Mulai Terbang ke Bandara YIA

Geliat Penerbangan di Tengah Wabah, Maskapai Asing Mulai Terbang ke Bandara YIA

Regional
Kasus Ibu Hamil Diduga Ditelantarkan hingga Meninggal, Wadir RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

Kasus Ibu Hamil Diduga Ditelantarkan hingga Meninggal, Wadir RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

Regional
Polisi Periksa Anggota DPRD Bojonegoro yang Diduga Melakukan KDRT

Polisi Periksa Anggota DPRD Bojonegoro yang Diduga Melakukan KDRT

Regional
Jadi Relawan Uji Vaksin, Ridwan Kamil Jalani Proses Pengambilan Darah

Jadi Relawan Uji Vaksin, Ridwan Kamil Jalani Proses Pengambilan Darah

Regional
Video Viral Bupati Alor Siap Mundur jika Ada Warga yang Meninggal karena Corona

Video Viral Bupati Alor Siap Mundur jika Ada Warga yang Meninggal karena Corona

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 September 2020

Regional
Ini Alasan Ridwan Kamil Pindah Kantor ke Depok

Ini Alasan Ridwan Kamil Pindah Kantor ke Depok

Regional
Cegah Klaster Perkantoran, Wali Kota Salatiga Wajibkan Instansi Miliki Akun Medsos

Cegah Klaster Perkantoran, Wali Kota Salatiga Wajibkan Instansi Miliki Akun Medsos

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 September 2020

Regional
2 Rumah di Bima Ludes Terbakar, Satu Penghuni Tewas Terpanggang

2 Rumah di Bima Ludes Terbakar, Satu Penghuni Tewas Terpanggang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X