Jakarta PSBB Lagi, Cianjur Perketat Perbatasan di Kawasan Puncak

Kompas.com - 16/09/2020, 08:51 WIB
ILUSTRASI - Giat penyekatan wilayah perbatasan di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat, yang dilakukan beberapa waktu lalu menyusul pemberlakukan PSBB di wilayah Jabodetabek KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANILUSTRASI - Giat penyekatan wilayah perbatasan di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat, yang dilakukan beberapa waktu lalu menyusul pemberlakukan PSBB di wilayah Jabodetabek

CIANJUR, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperketat penjagaan arus keluar-masuk kendaraan di wilayah perbatasan menyusul diberlakukannya PSBB total DKI Jakarta.

Wilayah perbatasan di kawasan Puncak menjadi atensi karena dinilai sebagai akses masuk ideal pengunjung dari arah Jakarta dan sekitarnya.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP telah melakukan giat di perbatasan.

“Sejak kemarin Puncak sudah kita jaga, di Haurwangi juga, termasuk di Gekbrong,” kata Herman kepada Kompas.com, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: PSBB di Kabupaten Bogor, Villa di Puncak Bogor Ditutup, Wisatawan Luar Daerah akan Dirazia

Disebutkan, langkah tersebut ditempuh untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pengunjung yang masuk ke Cianjur terutama warga Cianjur yang selama ini bekerja di Jakarta.

“Dengan adanya PSBB di ibu kota, kita khawatir banyak warga Cianjur karena libur dua pekan kemudian memilih pulang ke Cianjur. Nah, ini yang akan kita antisipasi,” ucapnya.

Dikatakan Herman, penjagaan di perbatasan mengikuti pola sebelumnya dengan sistem penyekatan dan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Cianjur.

“Karena itu, ada pelibatan tim medis dari gugus tugas untuk memeriksa kondisi kesehatan pengendara. Kalau aman dan tujuan masuk Cianjur jelas, silakan lanjut. Namun, kalau ada gejala, seperti suhu tubuhnya tinggi, ya kita putar balikan,” ujar dia.

Selain penjagaan di perbatasan, pihaknya juga telah menginstruksikan perangkatnya hingga ke tingkat RT untuk mengawasi aktivitas keluar-masuk warga di lingkungan masing-masing.

“Saya sudah surati camat, kades, hingga RW dan RT agar mereka selaku ketua gugus di wilayahnya masing-masing segera mengaktifkan kembali fungsi pengawasan dan pemantauan terhadap pergerakan warganya,” kata Herman.

Baca juga: Jakarta PSBB Total, Bupati Bogor Perketat Wisatawan di Kawasan Puncak

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua atau PSBB pengetatan.

PSBB jilid dua berlaku selama dua pekan mulai Senin (14/9/2020) hingga 27 September 2020.

Penerapan PSBB ini mengacu pada Pergub Nomor 88 Tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Regional
Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Regional
Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Regional
Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Regional
Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Regional
Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Regional
6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

Regional
Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Regional
Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Regional
Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Regional
5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

Regional
Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Jateng Digelar Virtual

Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Jateng Digelar Virtual

Regional
UNM Bantah Mahasiswanya Terlibat Perusakan Kantor Nasdem Makassar

UNM Bantah Mahasiswanya Terlibat Perusakan Kantor Nasdem Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X