Aplikasi E-office Pemkab Sumedang Dicontoh Daerah Lain, Apa Hebatnya?

Kompas.com - 15/09/2020, 16:41 WIB
Kepala Bidang Informatika pada Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang Mamat Rohimat. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHKepala Bidang Informatika pada Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang Mamat Rohimat. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Aplikasi E-office milik Pemkab Sumedang, Jawa Barat, mulai dicontoh daerah lain.

Pada mulanya, aplikasi E-office Pemkab Sumedang ini merupakan aplikasi yang dibangun untuk menunjang kerja dari rumah semua aparatur sipil negara (ASN).

Kelebihannya, aplikasi ini telah menggunakan tanda tangan digital.

Baca juga: Total 41 Tenaga Medis di Sumedang Positif Covid-19

Kepala Bidang Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Sumedang Mamat Rohimat mengatakan, adanya tanda tangan digital ini menjadi contoh bagi daerah lain.

"Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pangandaran telah melakukan studi banding untuk membangun aplikasi seperti yang kami miliki ini. Sudah ada juga dari daerah lain yang konfirmasi ingin menerapkannya di daerah masing-masing," ujar Mamat kepada Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 September 2020

Mamat menuturkan, aplikasi ini awalnya dikembangkan untuk mempermudah dalam surat-menyurat urusan kedinasan.

Menurut Mamat, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sumedang bisa langsung memberikan disposisi melalui tanda tangan digital.

Jadi, disposisi surat tersebut bisa dilakukan oleh kepala dinas melalui ponsel atau perangkat PC, di mana pun kepala OPD berada.

"Selain itu, tentunya juga kami tidak lagi menggunakan alat tulis kantor (ATK) maupun kurir. Sehingga, mempermudah pekerjaan, mempercepat waktu, disposisi dari pimpinan juga cepat," tutur Mamat.

Mamat menuturkan, aplikasi E-office ini makin dibutuhkan sejak pandemi Covid-19.

Apalagi, saat ASN di Pemkab Sumedang harus bekerja dari rumah, tetapi tetap ingin produktif.

"Untuk absen juga kami tidak lagi menggunakan finger print, karena absen semua ASN dilakukan melalui aplikasi E-office dengan cara upload foto selfie. Ini juga bagian dari upaya kami menghindari paparan Covid-19 dari finger print yang digunakan," sebut Mamat.

Selain itu, ASN juga dapat melaporkan kinerja hariannya melalui aplikasi ini.

"Jadi kinerja harian para ASN juga terekam di aplikasi ini," tutur Mamat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X