Kompas.com - 15/09/2020, 12:08 WIB
Rumah Sakit Bakti Wara Pangkalpinang, Selasa (15/9/2020). KOMPAS.com/HERU DAHNURRumah Sakit Bakti Wara Pangkalpinang, Selasa (15/9/2020).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor kesehatan di Kepulauan Bangka Belitung.

Hal itu juga dialami Rumah Sakit Bakti Wara Pangkalpinang yang terpaksa memangkas puluhan karyawan agar tetap bertahan di tengah pandemi.

Sekretaris Yayasan Bakti Wara Hans Jeharut mengatakan, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat okupansi hunian terus mengalami penurunan, sehingga berdampak pada pemasukan rumah sakit.

"Manajemen RS sudah berupaya mengambil beberapa kebijakan untuk mengatasi ketimpangan antara pemasukan dan pengeluaran, antara lain pengaturan ulang tunjangan-tunjangan dan menerapkan 13 hari kerja," kata Hans dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: PHRI: PSBB Banten dan Jakarta Turunkan Okupansi Hotel, Saat Ini Okupansi 20 Persen Saja Susah...

Namun, upaya yang telah dilakukan belum efektif menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit.

"Ternyata setelah diberlakukan, defisit RS tetap besar. Karena itu, kebijakan pengurangan karyawan ditempuh," ujar Hans.

Informasi yang dirangkum Kompas.com, sebanyak 40 karyawan RS Bakti Wara dirumahkan terkait pandemi Covid-19.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan seiring dengan pembayaran uang kompensasi pada karyawan.

Baca juga: PSBB Banten dan Jakarta, Pengusaha Kalang Kabut dan Bisa PHK Lagi Karyawan

Pemberian uang kompensasi senilai Rp 7 juta diberikan merata untuk karyawan baru ataupun yang telah bertugas belasan tahun.

Salah seorang karyawan, Yasi P, mengaku terkena PHK meskipun telah bekerja lebih dari sembilan tahun.

"Alasannya Covid-19. Kami berharap untuk pesangon ini bisa disesuaikan dengan lama bekerja. Untuk yang di atas delapan tahun bisa sembilan bulan gaji," harap Yasi.

Ketua Yayasan Bakti Wara Ben Sorliam mengatakan, proses sosialisasi telah dilakukan terhadap karyawan yang terkena PHK.

Langkah tersebut menjadi keputusan yang terpaksa diambil pihak yayasan demi mempertahankan keberadaan rumah sakit.

"Jujur kami dari pihak yayasan sangat-sangat tidak menghendaki situasi ini. Kami telah mencoba bertahan," ujar Ben kepada sejumlah awak media di Hotel Aksi, Pangkalpinang.

Keinginan masyarakat untuk menikmati layanan rumah sakit menjadi berkurang karena khawatir terdampak pandemi.

Mereka yang kini ke rumah sakit hanya terbatas pada pasien gawat darurat.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X