Ridwan Kamil Sebut RS di Depok Mulai Penuh dan Mengkhawatirkan

Kompas.com - 14/09/2020, 15:36 WIB
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona Shutterstock/PetovargaIlustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, tingkat keterisian ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di Kota Depok mulai penuh.

Hal itu ia sampaikan sesuai memimpin rapat Gugus Tugas Covid-19 Jabar di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (14/9/2020).

"Tapi memang sangat tinggi di Depok. Yang agak mengkhawatirkan adalah Kota Depok itu (tingkat keterisian) yang ringan di 60 persen, yang sedang sudah hampir 80 persen," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Baca juga: Depok, Kota Bogor, Cimahi dan Kabupaten Bekasi Masuk Zona Merah

Menurut Emil, hal sebaliknya terjadi di Bogor. Emil mengatakan, kondisi rumah sakit di Bogor sangat terkendali, yakni masih di bawah 40 persen.

Sementara itu, tingkat keterisian ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di Jabar rata-rata berada di angka 41 persen.

Dengan kondisi demikian, Emil mengambil kebijakan agar tiap daerah melakukan subsidi silang untuk memenuhi kebutuhan ruang inap bagi pasien Covid-19.

Baca juga: Ridwan Kamil Putuskan Bogor, Depok dan Bekasi Menerapkan PSBM

"Sehingga kita sedang mengonsepkan subsidi silang ya, yaitu kalau satu wilayah penuh, maka kota atau kabupaten tetangga kita koordinasikan untuk membantu kewilayahannya," kata Emil.

"Kalau misalkan Depok itu nanti kewalahan, maka Bogor bisa membantu mengantisipasi oleh koordinasi dari provinsi, sebaliknya juga. Jadi hanya Depok dan yang perlu kita waspadai dari sisi kondisi rumah sakit. Lain-lain, Bodebek masih aman," kata dia.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menyampaikan hasil terbaru level kewaspadaan Covid-19 di Jabar.

Hasilnya, empat daerah di Jabar, yakni Depok, Kota Bogor, Cimahi dan Kabupaten Bekasi masuk kategori zona merah penyebaran virus corona.

Baca juga: Ridwan Kamil Tawarkan Bantuan Ini kepada Anies Baswedan

Zona merah berarti daerah tersebut memiliki risiko tingkat penyebaran virus yang tinggi. Zona merah juga bisa mengindikasikan bahwa terdapat jumlah kasus aktif yang tinggi di wilayah tersebut.

"Artinya memang mayoritas masih tetap di Bodebek, menyumbang kasus mingguan lebih dari 60 persen ada di Bodebek. Itulah kenapa koordinasi tadi sangat diperlukan," ujar Emil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X