Polisi Cari Motif Penusukan Syekh Ali Jaber, Pelaku Diperiksa Sehari Semalam

Kompas.com - 14/09/2020, 15:34 WIB
Tersangka penusukan Syekh Ali Jaber, AA (24) digiring aparat kepolisian di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (14/9/2020). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYATersangka penusukan Syekh Ali Jaber, AA (24) digiring aparat kepolisian di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).

LAMPUNG, KOMPAS.com - Polresta Bandar Lampung memeriksa pelaku penusukan Syekh Ali Jaber secara intensif untuk mendapatkan motif pelaku.

Pemeriksaan terhadap pelaku berinisial AA (27) itu dilakukan sejak pelaku dibawa dari Polsek Tanjung Karang Barat pada Minggu (13/9/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Hingga Senin (14/9/2020) pukul 15.00 WIB, pelaku yang merupakan warga Gang Kemiri, Jalan Tamin itu masih menjalani pemeriksaan di ruang Unit Jatanras Polresta Bandar Lampung.

Baca juga: Penusukan Syekh Ali Jaber, Warga: Banyak Anak Muda, Jadi Enggak Curiga

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya mengonformasi, pemeriksa masih dilakukan oleh penyidik, terkait kasus penusukan ulama Syekh Ali Jaber itu.

"Masih dalam pemeriksaan dan pendalaman untuk mencari motif penusukan itu," kata Yan Budi di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).

Yan Budi menjelaskan, pihaknya fokus pada pemeriksaan kasus pidana yang dilakukan oleh pelaku itu.

"Kita tetap proses prosedur hukumnya," kata Yan Budi.

Baca juga: Keluarga Bilang Penusuk Syekh Ali Jaber Idap Gangguan Jiwa, Polisi: Proses Tanya Jawab Lancar

Apakah pelaku punya gangguan kejiwaan? 

Terkait dugaan dan informasi yang menyebutkan pelaku AA itu mengalami gangguan jiwa, Yan Budi menyerahkan kepada tim psikiater Pusdokes Polri dan RSJ.

"Kita tetap proses. Sejauh ini kami belum menemukan tersangka pernah dirawat inap atau tidak (di RSJ)," kata Yan Budi.

Syekh Ali Jaber sendiri meminta agar kepolisian tetap mengusut kasus yang menimpanya tersebut.

"Saya harap kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Bukan demi saya pribadi, tapi demi kepentingan ulama," kata Ali Jaber saat jumpa pers di RM Baba Rayan, Bandar Lampung.

Ali Jaber menilai adalah keniscayaan bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

"Tidak mungkin orang, maaf, yang gangguan jiwa bisa berbuat seperti itu," kata Ali Jaber.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X