Pekanbaru Zona Merah Covid-19, Belajar Tatap Muka Ditunda

Kompas.com - 14/09/2020, 10:48 WIB
Wali Kota Pekanbaru Firdaus saat mengadakan konferensi pers terkait penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (11/4/2020). KOMPAS.COM/IDONWali Kota Pekanbaru Firdaus saat mengadakan konferensi pers terkait penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (11/4/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru memilih untuk menunda pelaksanaan sekolah tatap muka sekali seminggu, karena daerah ini masuk zona merah penyebaran virus Covid-19 sejak sepekan terakhir.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan bahwa Pekanbaru di gelombang kedua memiliki tingkat penularan yang tinggi.

Di dalam pemetaan pandemi Covid-19, Pekanbaru berada di zona merah.

"Rencana kami memadukan proses belajar mengajar secara daring dan tatap muka sekali sepekan mesti ditunda. Aktivitas belajar mengajar baru bisa dilakukan bila Pekanbaru berada di zona kuning," ucap Firdaus dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Ditabrak Pajero, Pesepeda di Pekanbaru Tewas di Lokasi Kejadian, Ini Penjelasan Polisi

Ia mengatakan, zona kuning artinya wilayah dengan tingkat risiko Covid-19 rendah.

Tapi saat ini, Pekanbaru berada di zona penyebaran Covid-19 yang tinggi atau zona merah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui sebelumnya, Pemko Pekanbaru berencana untuk membuka sekolah tatap muka sekali seminggu bagi sekolah tingkat SD dan SMP.

Rencana itu sudah mendapatkan izin dari pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

Namun, izin sekolah tatap muka itu hanya dibolehkan bagi daerah yang berada di zona hijau dan kuning dengan tingkat penyebaran Covid-19 rendah.

Baca juga: Pekanbaru Bakal Tambah Tenaga Kesehatan untuk Tangani Kasus Covid-19

Akan tetapi, saat ini Pekanbaru berada di zona merah sehingga tidak dibolehkan sesuai SKB itu untuk melanjutkan sekolah tatap muka.

Di mana dalam rencana sekolah tatap muka tersebut setiap kelas dibagi menjadi dua bagian atau 50 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.