Mudik dari Jakarta Naik Bus Umum, Nenek Ini Meriang Lalu Kena Corona

Kompas.com - 13/09/2020, 07:05 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

MADIUN, KOMPAS.com-Seorang nenek bernisial SK (68), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, terkonfirmasi Covid-19.

Sebelum terpapar corona, nenek SK memiliki riwayat mudik dari Jakarta menumpang bus umum.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun, Mashudi yang dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (12/9/2020) malam menyatakan nenek SK mengalami meriang setelah mudik dari Jakarta.

“Nenek ini awalnya meriang sekitar Jumat (28/8/2020) setelah mudik dari Jakarta,” kata Mashudi.

Baca juga: Mengeluh Lemas dan Tak Nafsu Makan, Pria Ini Ternyata Positif Corona dan Tulari Anak 10 Tahun

Tak hanya itu, nenek SK juga mengalami sesak napas pascamudik dari Jakarta. Lantaran tidak enak badan, perempuan berumur 68 tahun itu memeriksakan diri ke dokter praktek.

Usai berobat di dokter praktek, dua hari kemudian SK masih merasakan sesak napas. Kendati demikian, SK masih tetap dirawat di rumah hingga enam hari.

Lantaran kondisi makin memburuk, SK yang memiliki penyakit diabetes akhirnya dilarikan ke RSUD Caruban, Kabupaten Madiun.

Di rumah sakit milik Pemkab Madiun itu, SK menjalani rapid test dengan hasil reaktif.

“Usai diketahui reaktif, SK langsung dilakukan tes swab dan keluar hasilnya positif Covid-19,” kata Mashudi.

Baca juga: Sempat Sekolah Tatap Muka, Siswi MAN Kota Tegal Ternyata Positif Corona, Guru dan Teman Diisolasi

Mashudi menambahkan, sebelum mudik ke Madiun, SK juga memiliki riwayat berangkat ke Jakarta menumpang bus umum sekitar pertengahan Juli 2020. Selama di Jakarta Timur, SK tinggal di rumah saudaranya.

Hingga Sabtu (12/9/2020) malam jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 94 orang.

Dari jumlah itu, 76 sembuh, delapan dirawat, empat isolasi mandiri dan enam meninggal dunia.

 Mashudi meminta warga Kabupaten Madiun makin disiplin menerapkan protokol kesehatan mengingat jumlah kasus positif Covid-19 masih bertambah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Internet Jelek, Kepala Daerah Terpilih Mahakam Ulu Kaltim Tak Bisa Ikut Pelantikan Virtual

Jaringan Internet Jelek, Kepala Daerah Terpilih Mahakam Ulu Kaltim Tak Bisa Ikut Pelantikan Virtual

Regional
Kronologi Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uang yang Belum Tentu Haknya

Kronologi Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uang yang Belum Tentu Haknya

Regional
Beratnya Tugas Tim Pemadam Karhutla, Pikul Mesin dalam Hutan, 'Nyebur' Kanal, hingga Padamkan Api Malam Hari

Beratnya Tugas Tim Pemadam Karhutla, Pikul Mesin dalam Hutan, "Nyebur" Kanal, hingga Padamkan Api Malam Hari

Regional
Ganjar Soal Banjir di Semarang: Kalau Mau Menyalahkan, Salahkan Saya

Ganjar Soal Banjir di Semarang: Kalau Mau Menyalahkan, Salahkan Saya

Regional
Kondisi di Muaro Jambi, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjadi Jelang Musim Panas

Kondisi di Muaro Jambi, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjadi Jelang Musim Panas

Regional
Pascaputusan PTUN Jakarta, DPW Partai Berkarya Sumbar Nyatakan Solid Dukung Tommy Soeharto

Pascaputusan PTUN Jakarta, DPW Partai Berkarya Sumbar Nyatakan Solid Dukung Tommy Soeharto

Regional
Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

Regional
Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

Regional
Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Regional
Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Regional
Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Regional
Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Regional
Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Regional
Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Regional
Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X