IHSG Terperosok Setelah Anies Umumkan PSBB, Ridwan Kamil: Saya Mohon Konsultasikan ke Pemerintah Pusat

Kompas.com - 12/09/2020, 12:47 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAGubernur Jabar Ridwan Kamil.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Indeks harga saham gabungan ( IHSG) terperosok setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rencana pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total.

Pada Kamis kemarin, bahkan kapitalisasi pasar terbukti berkurang hingga Rp 277 triliun.

Terkait dengan kondisi itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan kepada Anies untuk lebih lebih berhati-hati dalam pengambilan setiap keputusan.

"Hampir Rp 300 triliun lari gara-gara statment. Itu juga menjadi hikmah kepada kita memang dalam statment Covid ini ditunggu oleh siapapun, baik oleh masyarakat, pelaku ekonomi. Sehingga menjadi sebuah kehati-hatian bagi kita, agar setiap pernyataan ini dihitung secara baik. Kalau pun itu berita buruk, dipersiapkan sebuah proses sehingga tidak akan terjadi dinamika," kata Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Soal PSBB Jakarta, Ini Saran Ridwan Kamil kepada Anies Baswedan

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan melalui video conference bersama Anies dan sejumlah kepala daerah di Jabodetabek pada Kamis (10/9/2020) tersebut, Emil juga menyarankan Anies untuk lebih dulu berkonsultasi kepada pemerintah pusat.

Sebab, kebijakan yang dilakukan di DKI Jakarta sangat berdampak luas terhadap stabilitas nasional. Termasuk dalam sektor perekonomian.

"Saya menyampaikan kemarin karena Jakarta Ibukota negara, maka kebijakan Jakarta berdampak tak hanya regional tapi nasional," kata Emil.

"Karena itu, saya mohon ke Pak Anies untuk konsultasikan dulu ke pemerintah pusat. Itu kesimpulan yang saya sampaikan. Setelah itu, kita tunggu saja apakah tanggalnya masih tetap," tambahnya.

Baca juga: Tawarkan Bantuan kepada Anies Baswedan, Ridwan Kamil: Kita Punya Semangat Kemanusiaan yang Sama

Seperti diketahui, PSBB secara total di DKI Jakarta akan mulai dilakukan pada pada 14 September 2020.

Dengan diterapkannya PSBB total itu, setiap perusahaan kembali diwajibkan bekerja dari rumah, operasional kendaraan umum dilakukan pembatasan, tempat wisata dan ibadah besar juga dilakukan penutupan.

Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani | Editor : Abba Gabrillin



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X