Bentrokan 2 Kampung di Jayawijaya Papua, 16 Orang Terluka

Kompas.com - 12/09/2020, 11:01 WIB
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen tengah menemui salah satu dari dua kelompok massa yang ingin melakukan perang suku di Kampung Meagama, Distrik Hubokosi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (20/8/2020) Dok Humas Polres JayawijayaKapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen tengah menemui salah satu dari dua kelompok massa yang ingin melakukan perang suku di Kampung Meagama, Distrik Hubokosi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (20/8/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Bentrok antar masa dari Kampung Wuka Hilapok, Distrik Pelebaga dan Kampung Meagama, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, kembali terjadi, Sabtu (12/9/2020).

Bentrokan yang terjadi selama dua hari mengakibatkan 16 orang menjadi korban luka.

"Hari pertama ada 11 orang dan hari kedua ada 5 orang, sehingga total korban luka 16 orang," ujar Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Truk TNI di Papua, 2 Prajurit Meninggal, Diduga karena Rem Blong

Perseteruan antara kedua kampung tersebut sempat terjadi pada 19 Agustus 2020, akibat  aksi pembunuhan terhadap dua orang dari kedua kampung tersebut.

Namun, pada 25 Agustus 2020, kedua kubu diajak untuk berunding di Mapolres Jayawijaya.

Pertemuan yang berlangsung selama 12 jam tersebut menghasilkan kesepakatan damai dengan masing-masing kampung dikenai denda adat berupa membayar babi.

Namun, belum sempat pembayaran denda dilakukan, kedua kampung kembali saling serang.

"Korban bisa terus bertambah dari dua kelompok ini, karena masih melakukan inventarisasi jumlah korban luka," kata Dominggus.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Yapen, Papua 8,1 M, 16.500 Warga Kehilangan Rumah

Menurut dia, korban yang terluka ada yang terkena kelereng yang dilontarkan dengan katapel dan ada yang terkena panah.

Dominggus memastikan saat ini aparat terus berjaga dan membuat sekat antara kedua kampung.

Ia pun tengah berupaya melakukan mediasi agar para tokoh adat dari kedua kampung mau kembali berunding.

"Ada anggota kita yang berdiri di tengah perbatasan dan memberikan imbauan, sehingga dua kubu ini bisa menarik pasukannya dan mereka bisa dengar," kata Dominggus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Histeris hingga Hentakkan Kaki Saat Disuntik, Awaludin: Bukan karena Takut Vaksin

Histeris hingga Hentakkan Kaki Saat Disuntik, Awaludin: Bukan karena Takut Vaksin

Regional
2 Remaja Kembalikan Dus Minuman dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Ini Bukan Hak Saya

2 Remaja Kembalikan Dus Minuman dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Ini Bukan Hak Saya

Regional
Kesal Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Pria Ini Bunuh Istrinya

Kesal Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Pria Ini Bunuh Istrinya

Regional
Wabup Kebumen Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Besok

Wabup Kebumen Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Besok

Regional
Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Regional
Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Regional
Warga Sempat Dengar Teriakan 'Ya Allah' Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Warga Sempat Dengar Teriakan "Ya Allah" Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Regional
Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Regional
Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Regional
Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Regional
Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Regional
6 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tiba di Kalbar untuk Dimakamkan

6 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tiba di Kalbar untuk Dimakamkan

Regional
Disetop karena Tak Pakai Masker, Seorang Wanita Malah Marahi Anggota TNI

Disetop karena Tak Pakai Masker, Seorang Wanita Malah Marahi Anggota TNI

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Kerugian Rp 35 Juta, Belasan Pegawai RSUD Trauma

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Kerugian Rp 35 Juta, Belasan Pegawai RSUD Trauma

Regional
Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X