Penelitian Mahasiswa: Sungai Brantas Terkontaminasi Mikroplastik

Kompas.com - 11/09/2020, 20:25 WIB
Petugas gabungan dari Basarnas dan BPPD Jombang, melakukan pencarian korban perahu terbalik di sungai Brantas di wilayah Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (1/3/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPetugas gabungan dari Basarnas dan BPPD Jombang, melakukan pencarian korban perahu terbalik di sungai Brantas di wilayah Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (1/3/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas terkontaminasi mikroplastik.

Hal itu berdasarkan hasil penelitian oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Mahasiswa itu melakukan pengujian sejak Juli hingga September 2020 menggunakan metode rapid assesment for microplastic contamination.

Mereka melakukan pengujian di sejumlah titik. Hasilnya, limpahan mikroplastik di setiap titik berbeda-beda.

Baca juga: Perahu Terbalik di Sungai Brantas, Korban Ketiga Ditemukan Meninggal

 

Di aliran sungai yang ada di kawasan Muharto, Kota Malang, kelimpahan mikroplastik diketahui 0,37.

"Mikroplastik ini kan punya dampak yang sangat signifikan meskipun jangka panjang. Jadi, harapannya adalah lebih mencegah sebelum terjadi permasalahan itu sendiri," kata Alex Rahmatullah, mahasiswa semester 7 jurusan biologi UIN Maulana Malik Ibrahim di Kantor Perum Jasa Tirta 1, Jumat (11/9/2020).

Mikroplastik merupakan partikel yang berasal dari polymer dengan diameter kurang dari 5 mm. Kandungan mikroplastik itu disebabkan oleh sampah plastik.

Alex mengatakan, kandungan mikroplastik itu akan berbahaya jika dikonsumsi oleh masyarakat.

"Ada potensi berbahaya ketika dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat," ujar dia.

Kepala Divisi Teknologi Informasi Perum Jasa Tirta I, Erwando Rachmadi mengatakan, tidak menutup kemungkinan air di DAS Brantas sudah terkontaminasi mikroplastik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

Regional
Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Regional
Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Regional
Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Regional
Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Regional
Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Regional
179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

Regional
Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Regional
Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Regional
5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

Regional
Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Regional
Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X