Kompas.com - 11/09/2020, 17:12 WIB
Tangkapan layar citra satelit dari Google Maps yang diabadikan masyarakat Nunukan, Benda yang diduga buaya raksasa sepanjang 15 meter menghebohkan masyarakat Nunukan Kompas.com/Ahmad DzulviqorTangkapan layar citra satelit dari Google Maps yang diabadikan masyarakat Nunukan, Benda yang diduga buaya raksasa sepanjang 15 meter menghebohkan masyarakat Nunukan

KOMPAS.com- Berawal mencari lokasi memancing, seorang teknisi RRI Nunukan bernama Roby justru menemukan penampakan diduga buaya raksasa.

Buaya yang terdeteksi di perairan Nunukan itu diperkirakan berukuran raksasa karena memiliki panjang 15 meter.

Saat terdeteksi, buaya terlihat menghadap sebuah kapal nelayan yang lewat.

Baca juga: Pagar Pembatas Kanal Bekas Penangkaran Rusak, Warga Kaget Ada Buaya 3 Meter Tampakkan Diri

Ditemukan dua pekan lalu

Ilustrasi buayaThinkstockphotos.com Ilustrasi buaya
Teknisi RRI Nunukan Robi mengemukakan, tangkapan layar buaya itu ditemukan sekitar dua pekan lalu.

Saat itu, Roby hendak mencari lokasi memancing untuk Kepala Seksi Teknik Media Baru (TMB) RRI Nunukan Syafri Razak. Syafri diketahui memiliki hobi memancing.

Namun betapa terkejutnya Robi.

Ia melihat penampakan tak wajar di monitor komputer dari foto satelit.

Ketika diperbesar, benda itu diduga adalah buaya raksasa.

Dalam tangkapan layar, ada dua benda yang terekam. Pertama, penampakan diduga buaya raksasa dan satu lagi adalah kapal nelayan.

Buaya itu dalam posisi menghadap kapal nelayan yang sedang lewat.

"Saya zoom dua kali gambarnya sudah sangat jelas, ada moncong, badan, kaki sampai ekor, saya langsung kepikiran bagaimana menentukan ukurannya," kata dia.

Baca juga: Heboh, Google Maps Tampakkan Buaya Panjang 15 Meter di Nunukan

 

ilustrasi Google Mapssearchengineland.com ilustrasi Google Maps
Tubuh diukur

Setelah menemukan fenomena itu, Roby menggunakan menu pengukuran Google Maps.

Buaya tersebut, diperkirakan memiliki panjang tubuh 15 meter atau lebih panjang dari kapal nelayan.

"Kita ukur dengan jarak yang ada di menu Gogle Maps, bentuknya jelas, ada moncong, badan, dan ekor, cuma ukurannya enggak wajar, ukuran buaya jauh lebih besar dibandingkan dengan kapal nelayan yang lewat. Kapal cuma 12 meter, masih panjang buayanya, 3 meter lagi," jelas dia.

"Akhirnya saat saya perlihatkan penampakan itu, semua teman melihat dan sama-sama mencari ukurannya, yang keluar tetap 15 meter panjang dengan lebar 2,5 meter, akhirnya di-cancel itu agenda memancing," lanjut Roby.

Baca juga: Akurasi Google Maps di Wilayah Jakarta Naik 22 Persen

Kirim surat ke Google

Ilustrasi buaya muara (Crocodylus porosus) Ilustrasi buaya muara (Crocodylus porosus)
Robi kemudian berinisiatif mengirim surat ke Google untuk memastikan apakah tangkapan layar itu benar-benar buaya raksasa.

"Kita tahu foto satelit diperbaharui setiap 3 bulan sekali, yang saya tanyakan, kapan terakhir kali foto satelit untuk daerah Kalimantan Utara diambil? Ada image buaya sepanjang 15 meter dengan lebar 2,5 meter di perairan," tulis Roby dalam surat tersebut.

Seandainya ada kesalahan scanning satelit, seharusnya ada wilayah yang terlihat buram dan tidak.

Akan tetapi, keberadaan buaya itu tak pernah berbeda. Hingga kini, ia masih menunggu jawaban pihak Google.

"Belum ada tanggapan, tapi bagaimanapun memang perlu warning bagi masyarakat, di situ daerah nelayan paling sering cari ikan dan pemancing," tegas Roby.

Baca juga: Kerap Diburu, Kawanan Buaya Semakin Sering Muncul dan Meneror Warga

Ilustrasi NelayanKOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Ilustrasi Nelayan

Lokasi nelayan

Setelah itu, seorang warga bernama Ilham Zain mengunggah temuan Robi ke media sosial.

Ia ingin memperingatkan para nelayan lantaran lokasi tersebut masih sering digunakan untuk memancing dan mencari ikan.

"Saya langsung upload di sosial media, terlepas dari benar tidaknya akurasi panjangnya 15 meter dan lebar 2,5 meter, tapi keberadaannya sangat berbahaya, karena perairan itu adalah spot memancing dan nelayan mencari ikan,’’ujar Ilham Zain.

"Sebagai warning saja, semoga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, yang jelas, buaya itu ada di perairan itu, Perairan Mansapa namanya, dan memang perairan di situ adalah habitat buaya," lanjut dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Zulfiqor | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X