Sebanyak 36.000 Orang di Banyumas Berisiko Tinggi Tertular Covid-19

Kompas.com - 11/09/2020, 17:07 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, sedang mendata warga yang berisiko tinggi tertular virus corona (Covid-19).

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat sedikitnya 36.000 orang yang masuk kategori berisiko tinggi.

Menurut Husein yang sekaligus menjadi Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, mereka merupakan para lansia dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

"Data itu baru dari 20 kecamatan yang sudah masuk, dari total 27 kecamatan di Banyumas," kata Husein di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Wisata Air di Banyumas Boleh Buka, Pengelola Wajib Sediakan Tempat Meludah

Husein menjelaskan, nantinya orang-orang berisiko tinggi itu akan mendapatkan pengawasan khusus dari tim Gugus Tugas Covid-19 di masing-masing desa/ kelurahan.

Di tempat terpisah Husein mengatakan, angka reproduksi efektif Covid-19 saat ini berada di kisaran angka 1,1. Sedangkan positivity rate berada di angka 2,4.

Sementara itu, hingga saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 350 kasus. Rinciannya, 275 orang sembuh, 67 orang dirawat dan delapan orang meninggal dunia.

Baca juga: Jiwong Jiga, Cara Bupati Banyumas Lindungi Warga yang Berisiko Tinggi Terpapar Covid-19

Sebelumnya, Husein mengatakan, akan berupaya melindungi warga yang berisiko tinggi tertular Covid-19, yaitu para lansia dan orang yang memiliki penyakit pemberat.

"Kalau menurut saya (penambahan) kasus positif ok lah, tapi jangan kena yang komorbid. Program saya adalah melindungi yang komorbid dengan "Jiwong Jiga," kata Husein di di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (8/9/2020).

Jiwong Jiga merupakan akronim dari Siji Wong Siji Jaga (satu orang, satu penjaga). Maksudnya setiap orang yang masuk kategori risiko tinggi akan dijaga oleh satu orang di sekitarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X