13 Perawat yang Diberhentikan RS Regional Sulbar Harus Berutang untuk Pulang Kampung

Kompas.com - 11/09/2020, 11:47 WIB
Tak Mampu Bayar Biaya Hidup dan Kos-Kosan, 13 Perawat Rsud Sulbar Yang di PHK Terpaksa Mengutang Demi Pulang Kampung KOMPAS.COM/JUNAEDITak Mampu Bayar Biaya Hidup dan Kos-Kosan, 13 Perawat Rsud Sulbar Yang di PHK Terpaksa Mengutang Demi Pulang Kampung

MAMUJU, KOMPAS.com– Sebanyak 13 perawat yang sempat bekerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa berutang untuk pulang ke kampung halaman mereka masing-masing.

Mereka pulang kampung karena sudah tidak punya uang untuk biaya hidup dan membayar biaya indekos.

Belasan perawat ini kehabisan uang karena sudah diberhentikan dari tempat mereka bekerja selama lima bulan belakangan.

Baca juga: 13 Perawat Pasien Corona Diberhentikan, Diminta Pergi Meski Honor Belum Dibayar 3 Bulan

Selain itu, RSUD Regional Sulbar baru membayarkan dua bulan gaji para perawat ini.

“Mulanya sewa kos-kosan secara patungan setelah diminta keluar dari penginapan tempat kami selama bekerja. Tapi karena tak mampu membayar biaya kos-kosan dan biaya hidup sehari-hari, terpaksa pilih ngutang untuk pulang kampung,” kata eks perawat RSUD Regional Sulbar, Heri Kuswandi, saat ditemui di Polewali Mandar, Jumat (11/9/2020).

Tak Mampu Bayar Biaya Hidup dan Kos-Kosan, 13 Perawat Rsud Sulbar Yang di PHK Terpaksa Mengutang Demi Pulang KampungKOMPAS.COM/JUNAEDI Tak Mampu Bayar Biaya Hidup dan Kos-Kosan, 13 Perawat Rsud Sulbar Yang di PHK Terpaksa Mengutang Demi Pulang Kampung
Heri mengatakan, saat masih bekerja di RSUD Regional Sulbar, belasan perawat ini tidak perlu memikirkan biaya tempat tinggal meski gaji mereka terlambat dibayarkan.

Pasalnya, ada tempat tinggal yang disediakan rumah sakit.

Namun, setelah lima bulan membantu penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut, belasan perawat ini malah diberhentikan.

Baca juga: Perawat RSUD Pamekasan Meninggal karena Covid-19, Tinggalkan 3 Anak Yatim Piatu

Menurut Heri, manajemen rumah sakit berdalih ingin menyegarkan pegawainya.

Kini, para perawat itu masih menunggu sisa tiga bulan gaji mereka yang belum dibayarkan.

Hanya saja, karena tidak punya lagi uang untuk tetap tinggal di Polewali Mandar, mereka memilih menunggu di kampung halaman masing-masing.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X