Sri Sultan Tak Yakin Peserta Pilkada Menaati Protokol Kesehatan

Kompas.com - 10/09/2020, 22:00 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ditemui wartawan di kompleks kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/7/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoGubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ditemui wartawan di kompleks kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/7/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak yakin peserta Pilkada 2020 menaati protokol kesehatan.

Menurut Sultan, kesadaran dari masing-masing pendukung pasangan calon untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, perlu adanya tim khusus supaya peserta pilkada disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Semoga tidak terjadi (klaster pilkada) masalahnya itu bagaimana di Pilkada itu sendiri punya kesadaran ada tim yang bisa menjaga protokol kesehatan. Ning opo iyo aku kok ora yakin (tapi apakah iya, aku kok tidak yakin)," kata Sultan kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Baca juga: Penjelasan Polri soal Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada 2020

Sementara itu, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan, terkait dengan kampanye bagi para peserta pilkada telah diatur dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan kepala daerah di tengah pandemi Covid-19.

"Misalnya jumlah orang yang dikumpulkan dalam metode tatap muka maksimal 50 orang tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Hamdan menambahkan, pihaknya selalu mengingatkan kepada pasangan calon hingga parpol pengusung, untuk selalu menaati dan mematuhi protokol kesehatan.

"Tahapan-tahapan pemilihan berikutnya seperti kampanye juga mengandung risiko penyebaran Covid-19 seandainya peserta tidak menaati protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Gelar Razia Masker 4 Jam, Satpol PP DIY Jaring 176 Pelanggar Protokol Kesehatan

Untuk diketahui, terdapat tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini.

Ketiga daerah tersebut yakni Sleman, Gunungkidul, dan Kabupaten Bantul.

Sleman akan diikuti oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, Gunungkidul sebanyak empat pasangan calon bupati dan wakil bupati, serta Bantul dua pasangan calon bupati dan wakil bupati.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Program Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto, Kartu UMKM Keren Jadi Andalan

Program Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto, Kartu UMKM Keren Jadi Andalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Oktober 2020

Regional
Pria Ini Bakar 2 Bangunan Penginapan, Sebelumnya Marah-marah dan Ancam Resepsionis

Pria Ini Bakar 2 Bangunan Penginapan, Sebelumnya Marah-marah dan Ancam Resepsionis

Regional
15 Pegawai Terinfeksi Covid-19, PLN Ponorogo Tetap Buka Pelayanan

15 Pegawai Terinfeksi Covid-19, PLN Ponorogo Tetap Buka Pelayanan

Regional
Penjelasan BCA Digugat Nasabah karena Deposito Rp 5,4 M Tak Cair

Penjelasan BCA Digugat Nasabah karena Deposito Rp 5,4 M Tak Cair

Regional
Pilkada Mojokerto, Pasangan 'Yoni' Janjikan Bantuan Modal Rp 50 Juta hingga Kemudahan Berinvestasi

Pilkada Mojokerto, Pasangan "Yoni" Janjikan Bantuan Modal Rp 50 Juta hingga Kemudahan Berinvestasi

Regional
Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

Regional
Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Regional
Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Regional
Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Regional
Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Regional
Ini Program Pasangan 'Ikbar' di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Ini Program Pasangan "Ikbar" di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Regional
Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X