Korupsi Dana Desa Rp 569 Juta, Mantan Kades Divonis 5 Tahun Penjara

Kompas.com - 10/09/2020, 18:31 WIB
Suasana sidang korupsi dana desa di Pengadilan Tipikor Serang KOMPAS.com/RASYID RIDHOSuasana sidang korupsi dana desa di Pengadilan Tipikor Serang

SERANG, KOMPAS.com - Mantan pejabat sementara Kepala Desa Senangsari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten Achmad Ridwani, dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena korupsi dana desa senilai Rp 569 juta.

Uang hasil korupsi yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, justru dipakai Ridwani untuk keperluan pribadi seperti membiayai pengobatan saat dia sakit.

Hal itu terungkap saat majelis hakim membacakan berkas putusan di Pengadilan Tipikor Serang, Kamis (10/9/2020).

Baca juga: Korupsi Dana Desa, Kades Lamatti Riawang Sinjai Dituntut 4 Tahun Penjara

Akibat perbuatannya, Ridwani divonis lima tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 200 juta serta uang pengganti sebesar Rp 596 juta.

"Menjatuhkan terhadap terdawa Achmad Ridwani dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim Yusriansyah pada sidang yang digelar secara online.

Ridwani dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berdasarkan audit dari BPKP Provinsi Banten, telah terjadi penyimpangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 569.594.440," ujar Yusriansyah.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan yang diberikan jaksa dari Kejari Pandeglang.

Jaksa Mulyana menuntut terdakwa dengan pidana penjara enam tahun.

Menanggapi putusan tersebut, baik jaksa maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya mengaku pikir-pikir.

Kasus korupsi terungkap adanya laporan fikrif penggunaan anggaran dana desa pada tahun 2017 sebesar Rp 776.625.000.

Baca juga: Kronologi Hilangnya Tas Berisi Dana Desa Rp 161 Juta di Tempat Penitipan Toko

Beberapa pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat tidak dilakukan.

Uang itu justru digunakan untuk memperkaya diri sendiri dan kebutuhan lain terdakwa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X