Tangis Orangtua Korban Pelecehan Seksual di Sleman yang Laporannya Menggantung

Kompas.com - 10/09/2020, 13:59 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. Ilustrasi pelecehan seksual.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Isak tangis Y (45) tak terbendung ketika teringat apa yang dialami anaknya yang masih berusia 9 tahun.

Sebagai seorang ibu, hatinya merasa tercabik-cabik mengetahui anak kesayangannya mendapat perlakuan tidak sepantasnya yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri.

Ibu rumah tangga ini bersama suaminya E terus memperjuangkan keadilan bagi anaknya yang telah menjadi korban pelecehan seksual.

Baca juga: Sara Djojohadikusumo Pertimbangkan Laporkan Pelecehan Seksual terhadap Dirinya

Saat ditemui di rumahnya daerah Gamping, Sleman, Y mengatakan anaknya cerita apa yang dialami pada Minggu 12 Juli 2020 malam.

"Kejadiannya 11 Juli, hari Sabtu sekitar habis Magrib. Cerita sama saya malam Senin (Minggu), Dia minta maaf sambil megangin tangan saya, sambil menangis," ujar Y saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (9/9/2020).

Y menceritakan, anaknya pamit untuk meminjam sepeda di rumah tetangga.

Sesampainya di rumah tetangganya itu, anaknya bertemu pemilik rumah berinisial SDR (40).

Saat itu memang di rumah tersebut hanya ada SDR, sebab istri dan anak-anaknya sedang pergi.

Baca juga: Diduga Terlibat Pelecehan Seksual dan Pemerasan, Kasat Reskrim Selayar Dimutasi

Kemudian anaknya diajak oleh SDR ke dapur tempat sepeda yang akan dipinjam. Namun, dari dapur SDR membawa anak berusia 9 tahun ini ke salah satu kamar.

Di kamar itulah SDR diduga melakukan tindak pelecehan seksual.

"Anak saya tidak mau, tapi diancam kalau ngomong sama siapa-siapa mama papa mu mati. Mendengar cerita anak saya itu, saya syok," urainya.

Mendengar cerita dari anaknya tersebut, Y dan suaminya E melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sleman.

Selain itu juga membawa anaknya ke beberapa psikolog untuk visum et repertum sebagai alat bukti dan sekaligus konseling.

"Anak saya di psikolog berapa kali pun tetap dengan cerita yang sama. Hati saya teriris setiap kali anak saya menceritakan kejadian itu," ucapnya.

Baca juga: Polisi Butuh 3 Bulan Lengkapi Berkas Kasus Predator Seksual Anak di Gereja Herkulanus Depok

Hasil visum dari salah satu rumah sakit di Sleman, menyatakan jika korban mengalami depresi ringan.

"Apakah dengan anak saya depresi ringan, anak saya tidak dapat keadilan. Saya ingin mendapatkan keadilan," urainya.

Y mengungkapkan setelah dilecehkan, anaknya sempat tidak bisa tidur.

Bahkan anaknya juga susah untuk makan. Agar mau makan, bahkan harus disuapi.

Saat ini Y memilih mengungsikan anaknya ke tempat saudara.

Sebab pria yang diduga pelaku masih sering lewat depan rumahnya. Setiap kali melihat pria tersebut, anaknya langsung berlari ketakutan.

"Adek itu kalau lihat (diduga pelaku) langsung lari masuk, kan (diduga pelaku) sering lewat sini. Karena itu dari Agustus saya ungsikan, berpindah-pindah tempat," tandasnya.

Baca juga: 3 Polwan Korban Dugaan Pelecehan Minta Kasat Reskrim Polres Selayar Diproses Hukum

Sementara itu, ayah korban, E (51) sudah membuat laporan ke Polres Sleman pada 15 Juli 2020. Laporan itu bernomor STTLP/444/VII/2020/DIY/Sleman.

"Visum forensiknya itu dua minggu lebih, hasil visumnya negatif karena tidak ada penetrasi. Visum et repertum itupun dua minggu, untuk hasil visum saja kami harus menunggu empat mingguan dan itu satu kali periksa," ungkapnya.

 

E menuturkan sudah ada beberapa orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan.

Namun sampai saat ini belum ada titik terang dari proses hukumnya.

Bapak tiga orang anak ini, masih bertanya-tanya terkait lambannya penanganan kasus tersebut.

Termasuk apakah terkait dengan hasil visum et repertumnya yang dinyatakan depresi sedang, sehingga dinilai tidak kuat sebagai alat bukti untuk menjerat pelaku.

"Pertanyaan kami orang awam itu apa harus menunggu penetrasi dulu? apakah harus depresi berat dulu baru ini diproses ? Ini pertanyaan orang awam ya," bebernya.

Menurutnya, sebagai warga negara dirinya taat hukum dengan membuat laporan atas apa yang dialami oleh anaknya.

Baca juga: Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Namun, E khawatir jika peristiwa ini tidak terselesaikan secara hukum, maka kejadian serupa akan terulang kembali.

E mengungkapkan, bersama istri, dia akan terus mencari keadilan untuk anaknya.

"Sampai kapan pun kami akan terus mencari keadilan untuk anak kami," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah mengatakan kasus ini masih dalam pendalaman.

"Saya tanyakan ke PPA dulu. Saya update infonya besok," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X