Pemeriksaan Kesehatan Covid-19 Tidak Menggugurkan Paslon Pilkada

Kompas.com - 10/09/2020, 10:47 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Tahapan pemeriksaan kesehatan pasangan calon kepala daerah bergulir hingga beberapa hari ke depan.

Namun, hasil pemeriksaan Covid-19 tidak termasuk item yang bisa menggugurkan seleksi.

"Bagi yang terpapar Covid-19, mereka bisa tetap lanjut tahapan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Bangka Belitung Davitri di kantornya, Rabu (9/9/2020).

Baca juga: Cerita Kepala BPBD Bangka Belitung yang Dikarantina karena Covid-19

Daftar isian medis yang digunakan, menurut Davitri, masih mengacu pada format penyelenggaraan pilkada sebelum masa pandemi.

"Ada general check up dan tes psikologis. Kalau Covid-19 belum ada. Jadi kalaupun ada yang terkonfirmasi positif, itu tidak termasuk yang menggugurkan hasil pemeriksaan kesehatan," ucap Davitri.

Di sisi lain, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait penyelenggaraan pilkada belum mengatur tindakan tegas terhadap pasangan calon yang melanggar protokol Covid-19.

KPU sejauh ini hanya mengatur soal standar protokol kesehatan yang harus diikuti sesuai arahan dari tim satuan tugas.

"Jika merujuk pada PKPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pilkada Gubernur, Bupati dan Wali Kota, memang tidak ada sanksi bagi yang melanggar. Apalagi sampai ada pembatalan, itu belum sampai ke sana," ujar dia.

Baca juga: Disebut Positif Corona oleh Ketua KPU, Wakil Wali Kota Cilegon Membantah

Davitri menuturkan, ketentuan yang diatur KPU terkait pilkada di tengah pandemi seperti pembatasan pengerahan massa, jaga jarak dan cek suhu tubuh.

Untuk pengerahan massa di dalam ruangan dibatasi sebanyak 50 orang. Sedangkan pada rapat terbuka maksimal 100 orang.

"Untuk pengawasan tersebut juga nantinya dari Bawaslu, Satgas termasuk dari kepolisian yang lebih berperan," ujar dia.

Tercatat sebanyak 11 pasangan calon kepala daerah dari Kepulauan Bangka Belitung menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Pemeriksaan yang semula direncanakan di RSUD Soekarno Bangka Belitung, batal dilaksanakan dengan alasan belum adanya fasilitas medis terpadu.

Adapun 4 kabupaten yang menyelenggarakan pilkada 2020 yakni Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah dan Belitung Timur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X