Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tersangka Dugaan Penyelewengan Dana BPNT Tak Ditahan, Warga Datangi Kantor Polisi

Kompas.com - 09/09/2020, 22:23 WIB
Hamim,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

Dalam kasus ini, pihak penyidik telah menetapkan SHU sebagai tersangka dengan jeratan pasal penggelapan.

SHU dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, karena barang bukti yang ditemukan pihak penyidik senilai Rp 30 juta.

"Ada surat edaran dari Jaksa Agung untuk diangkat menjadi tipikor minimal Rp 50 juta, sehingga diperiksa menggunakan delik umum atau KUHP bukan tipikor," kata dia.

Sebelum penetapan tersangka, pihak penyidik juga telah melakukan gelar perkara dalam kasus penggelapan BPNT.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, kasus dugaan penyelewengan dana BPNT tersebut mencuat saat sejumlah warga Desa Cepokorejo mengajukan bantuan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Meningkat Tajam, Pemkab Tuban Kembali Berlakukan Jam Malam

Namun, setelah diakses datanya dari Kementrian Sosial, ternyata mereka sudah tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) program BPNT sejak 2018 silam.

Anehnya, sejumlah warga yang tercatat sebagai KPM program BPNT tersebut tidak menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sehingga, selama kurun waktu kurang lebih 2 tahun.

Usut punya usut ternyata KKS yang seharusnya mereka terima justru disimpan oleh SHU, dan diduga disalahgunakan untuk mengeruk uang KPM secara diam-diam.

Sedikitnya ada sekitar 46 KPM tidak bisa menikmati dana program BPNT pemerintah, lantaran KKS-nya disalahgunakan oleh SHU sejak 2018.

Sejumlah KPM pun protes lantaran merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Sebab, seharusnya dia mendapat bantuan sejak 2018 silam, tetapi bantuan berupa kebutuhan pangan baru diserahkan di tahun 2020.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com