Kadis Pendidikan Papua: Jakob Oetama adalah Sosok Pendobrak Dunia Pers Indonesia

Kompas.com - 09/09/2020, 18:43 WIB
[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULU[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Dunia pers Tanah Air kehilangan salah satu putra bangsa terbaik. Jakob Oetama, tokoh pers nasional yang juga pendiri Kompas Gramedia meninggal di usia 88 tahun.

Jakob Oetama meninggal di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, pada Rabu (9/9/2020) sekitar pukul 13.05 WIB.

Baca juga: Ketua MPR: Terlalu Banyak Cerita Baik tentang Jakob Oetama yang Saya Dengar

Jakob Oetama pernah berprofesi sebagai guru. Namun, ia lebih dikenal publik sebagai tokoh pers nasional.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua, Christian Sohilait memandang sosok Jakob Oetama berbeda dengan pekerja pers lainnya.

"Dalam dunia pers saya pikir beliau adalah sosok pendobrak pers Indonesia. Banyak hal yang sudah dibuat, Kompas grup besar dan bertahan karena usaha beliau," ujar Christian melalui pesan singkat, Rabu (9/9/2020).

Christian menilai, dengan sejumlah prestasi dan jasanya, Jakob Oetama pantas dianggap sebagai seorang pahlawan.

Menurut Christian, sumbangsih pikiran Jakob Oetama mendorong terwujudnya kemerdekaan pers di Indonesia.

"Kompas menjadi salah satu media yang mendunia, karena itu dia adalah tokoh media yg sukses membawa media di Indonesia," kata dia.

Christian berduka atas kepergian Jakob.

"Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, selamat jalan Pak Jakob Oetama," kata Christian.

Tak hanya sebagai insan pers, Jakob Oetama mengawali karier sebagai guru pada 1952-1953 di SMP Mardiyuwana, Cipanas, Jawa Barat.

Kemudian pindah ke Sekolah Guru Bagian B di Jakarta pada 1953-1954 dan pindah lagi di SMP Van Lith di Gunung Sahari 1954-1956.

Baca juga: Wapres Maruf Amin: Jakob Oetama Bawa Jurnalisme Indonesia Lebih Baik

Barulah tumbuh minat untuk menulis atau terjun di dunia jurnalistik. Jakob Oetama mengawali karier jurnalistik sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Hingga bersama rekannya, almarhum Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari pada 1963. Pada 1965, Jakob menerbitkan Harian Kompas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X