Denda Adat karena Bawa Istri Orang, Rus Bayar 1 Kambing, 20 Kg Beras, dan 20 Butir Kelapa

Kompas.com - 09/09/2020, 13:25 WIB
Sidang adat di Kelurahan Sukasari, Sarolangun Jambi memutuskan bos perusahaan telekomunikasi milik negara dikenai denda kambing. KOMPAS.com/SuwandiSidang adat di Kelurahan Sukasari, Sarolangun Jambi memutuskan bos perusahaan telekomunikasi milik negara dikenai denda kambing.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Rus pimpinan sebuah perusahaan telekomunikasi milik negara di Sarolangun harus membayar denda adat berupa satu ekor kambing, 20 kg beras, 20 butir kelapa, dan uang selemak semanis.

Denda tersebut harus dibayar karena Rus jalan dengan istri orang selama 3 jam tanpa sepengetahuan suaminya.

Ketua Lembaga Adat Kelurahan Sukasari, Syargawi mengatakan denda dijatuhkan setelah Rus dinyatakan bersalah saat sidang adat Kelurahan Sukasari.

Baca juga: Bawa Istri Orang 3 Jam, Bos Perusahaan Negara Dikenai Denda Kambing

Sidang dilakukan di aula Kelurahan Sukasari dan dihadiri, Rus dan Af serta istrinya.

"Dikenai denda adat berupa satu ekor kambing, 20 beras, 20 kelapa, dan selemak semanis," kata Syargawi saat dihubungi via telepon, Selasa (8/9/2020).

Kasus tersebut berawal saat Rus menjemput istri Af yang baru pulang dari Padang, Sumatera Barat.

Istri Af dijemput di SPBU Bernai sekitar pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Empat Tahun Buron, DPO Korupsi Dana Hibah KPU Jambi Ditangkap di Kampungnya

Setelah itu mereka pergi makan ke Kecamatan Singkut yang jaraknya sekitar 30 menit dari Kota Sarolangun.

Istri Aff baru diantar pulang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

AF yang tidak terima kejadian tersebut melapor ke Lembaga Adat Kelurahan Sukasari.

Saat sidang, Rus dinyatakan bersalah karena membawa istri orang selama tiga jam pada waktu tengah malam.

Baca juga: 3 Pelaku Pembalakan Liar di Jambi Digerebek 100 Orang Tim Gabungan Saat Sedang Beraksi

Di sidang tersebut tidak ada saksi yang mengarah ada perselingkuhan antara Ris dengan istri A. Sehingga Rus mendapatkan hukuman ringan.

Namun secara norma yang berlaku di masyarakat, perbuatan Rus tetap melanggar kepatutan.

Berdasarkan hasil kesepakatan, pelaku diberi waktu sampai tiga pekan untuk memenuhi seluruh denda adat yang dijatuhkan.

Baca juga: Kota di Jambi Ini Diprediksi Bakal Gelar Pilkada Lawan Kotak Kosong

Tidak dilaporkan ke polisi

Selain itu Datuk Syargawi mengatakan dalam sidang mereka juga meminta agar Rus dan Af berdamai.

Selain itu lenbaga adat juga meminta mereka tidak membawa kasus dugaan perselingkuhan ini ke ranah hukum pidana.

"Kita putuskan agar berdamai. Laporan masing-masing harus ditarik dan tidak diteruskan ke pihak kepolisian," kata Datuk Syargawi. Hasil keputusan sidang adat, diterima semua pihak, termasuk Rus.

Sidang adat tersebut juga dihadiri Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, lalu Basuki selaku imam masjid serta ketua LPM dan Lurah Sukasari.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Suwandi | Editor: Farid Assifa)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X