Kompas.com - 09/09/2020, 06:58 WIB
Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di sebuah toko perhiasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/7/2020). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (28/7/2020) berada di angka Rp 1.022.000 per gram, posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan. ANTARA FOTO/FB ANGGOROSeorang pegawai menunjukkan kepingan emas di sebuah toko perhiasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/7/2020). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (28/7/2020) berada di angka Rp 1.022.000 per gram, posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Aksi dugaan penipuan jual beli logam mulia emas Antam murah melalui Facebook menelan banyak korban.

Seperti di Kota Pekanbaru, Riau, sedikitnya ada delapan orang yang menjadi korban.

Salah satu korban bernama Rahel (37), yang dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (8/9/2020) malam. Ia mengaku mengalami kerugian hampir Rp 400 juta.

"Kerugian saya Rp 399,6 juta. Hampir Rp 400 juta. Waktu itu saya order emas antam 650 gram. Tapi sampai sekarang emasnya belum dikirim, uang saya juga enggak dikembalikan," akui Rahel.

Baca juga: Fakta Penipuan Jual Beli Emas Antam di Facebook, Harga Lebih Murah, 300 Orang Jadi Korban

Warga Pekanbaru ini mengaku sudah melapor ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau pada 31 Agustus 2020 lalu.

Korban melaporkan pemilik akun Facebook Ginceu Iluva, tempat pemesanan emas Antam murah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, korban menilai sudah tidak ada itikad baik dari pelaku untuk mengirim orderan emas Antam ataupun mengembalikan uang korban.

"Laporan saya sudah diterima. Sudah dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi pula," kata Rahel.

Baca juga: Beli Emas Antam Lewat Facebook, Warga Ini Mengaku Ditipu Rp 121 Juta

Ia berharap pihak kepolisian agar dapat menangkap pelaku penipuan tersebut, supaya korban tidak semakin banyak.

Rahel juga menceritakan, ia mulai order emas lewat Facebook Ginceu Iluva pada akhir bulan Mei 2020. Waktu itu ia 175 gram emas antam dan dikirim oleh terduga pelaku.

Setelah itu, minggu pertama bulan Juli 2020, kembali order emas antam 100 gram.

"Awalnya berjalan lancar. Saya order emas dikirimnya. Karena dia (terduga pelaku) menawarkan emas Antam murah. Misalnya saya order 100 gram 60 juta, 50 gram Rp 30 juta. Tapi pas order 650 gram pada awal Juli 2020, sampai sekarang tak dikirim. Karena niatnya sudah tidak baik makanya saya lapor polisi," kata Rahel.

Polisi sulit dihubungi

Terkait kasus dugaan penipuan jual beli emas Antam ini, pihak kepolisian sulit dikonfirmasi.

Kompas.com sudah beberapa kali mencoba mengkonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto lewat sambungan telepon dan pesan WhatsApps, namun belum memberikan jawaban.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Kota Pekanbaru, Riau, diduga menjadi korban penipuan jual beli logam mulia emas Antam lewat media sosial Facebook.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.