Kata Dinas ESDM Kaltim soal Lubang Bekas Tambang Jadi Obyek WIsata dan Makan Korban

Kompas.com - 09/09/2020, 05:24 WIB
Salah satu lubang bekas tambang batu bara yang ada di Kalimantan Timur. Dok. Jatam Kaltim Salah satu lubang bekas tambang batu bara yang ada di Kalimantan Timur.

SAMARINDA, KOMPAS.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur membenarkan lubang bekas tambang batu bara bisa dijadikan tempat obyek wisata.

Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Kaltim, Azwar Busra menjelaskan setiap perusahaan usai melakukan kegiatan operasi penambangan wajib membuat dokumen rencana pasca-tambang.

“Dalam dokumen tersebut mereka merencanakan lahan tersebut mau dijadikan apa. Bisa jadi dikembalikan jadi kawasan atau perkebunan atau dijadikan perkampungan atau pun objek wisata. Jadi bisa kebun atau kolam atau budidaya ikan. Boleh saja,” ungkap Azwar saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

Baca juga: Lubang Bekas Tambang Batu Bara Kembali Makan Korban, 2 Pelajar SMP Tewas Tenggelam

Dokumen tersebut, lanjut dia, diusulkan ke pemerintah untuk disetujui. Dari berbagai rencana tersebut pemerintah akan memberi rekomendasi lahan bekas tambang tersebut sesuai peruntukannya.

Ketentuan tersebut kata Azwar, diatur dalam PP nomor 78 tahun 2010 tentang reklamasi dan pasca-tambang.

“Setiap titik operasi tambang pasti meninggalkan satu atau dua lubang karena ada batu bara yang sudah diambil otomatis menyusut, tidak seperti semula,” terang dia.

“Lubang tambang yang terbentuk itulah yang direncanakan dalam dokumen pasca-tambang mau dijadikan apa,” tambah dia.

Baca juga: Lubang Bekas Tambang Telan 35 Korban Jiwa, Warga Desak Jokowi hingga Ada di Calon Ibu Kota Baru

Minggu (6/9/2020) dua pelajar SMP tewas tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Desa Krayan Makmur, Blok 3B, Long Ikis, Kabupaten Paser, Kaltim.

Kedua korban berinisial MRS (14) dan MAP (14).

Tangkapan layar video evakuasi dua pelajar SMP yang tenggelam di lubang tambang di Desa Krayan Makmur, Blok 3 B, Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Minggu (6/9/2020).Dok. BPBD Paser Tangkapan layar video evakuasi dua pelajar SMP yang tenggelam di lubang tambang di Desa Krayan Makmur, Blok 3 B, Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Minggu (6/9/2020).
Tewasnya dua pelajar ini bermula saat hendak rekreasi di lubang bekas tambang tersebut.

Warga setempat, menyebut kolam itu “danau biru” sebagai tempat rekreasi. Karena airnya terlihat biru.

Kasus tenggelam anak di lubang tambang bukan perkara baru di Kaltim.

Dua pelajar SMP yang tewas tersebut merupakan korban ke-38 dan 39 orang yang tewas karena tenggelam di lubang tambang.

Baca juga: Lubang Bekas Tambang Batu Bara Makan Korban, Siswa SD Tewas Tenggelam

Terkait hal ini, Azwar menyebut pihaknya sudah memerintahkan inspektur tambang untuk turun melakukan investigasi di lokasi.

“Inspektur turun investigasi itu akan menelusuri dalam dokumen pasca-tambang itu, kolam itu mau dijadikan apa oleh perusahaan. Itu yang masih kami kejar,” terang dia.

Azwar menambahkan perusahaan yang beroperasi di lokasi tersebut sejak 2012 sudah tak beroperasi.

Namun proses serah terima pascatambang ke pemerintah belum dilakukan.

“Jadi perusahaan harus tanggung jawab,” tegas dia.

Baca juga: Puluhan Lubang Tambang di Bengkulu Ditemukan Tidak Direklamasi

Namun dilemanya, kata dia, sesuai prosedur hanya ada tiga sanksi yang dikenal dalam aturan yakni teguran tertulis, penutupan sementara dan cabut izin.

“Sementara perusahaan sudah tidak beroperasi lagi. Jadi agak binggung juga kita. Nanti kita akan diskusikan lagi dengan teman-teman inspektur tambang arahnya ke mana,” tutur dia.

Disinggung soal lubang yang membuat nyawa orang hilang, Azwar enggan komentar.

“Kita tunggu saja hasil investigasi. Pekan depan sudah hasilnya,” tutup dia.

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menyebut hasil tracing pihaknya lubang tersebut milik PT SDH dengan luas konsesi 186,05 hektar.

Baca juga: 6 Pekerja Tewas Tertimbun, Bos Tambang Emas Ilegal Jadi Tersangka

Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan ini terbit pada 1 Juni 2011 dan berakhir pada 22 Maret 2016.

Rupang meminta pemerintah daerah dan perusahaan harus bertanggung jawab atas hilangnya nyawa manusia di lubang tersebut.

“Ini bentuk kelalaian pemerintah yang tak bisa ditolerir. Sudah puluhan nyawa manusia hilang, tapi nyaris tak ada langkah solusi,”ungkap dia.

Atas kejadian yang berulang kali ini, Jatam mengecam ketidakpedulian pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang terkesan lamban memberi perlindungan terhadap bahaya lubang bekas tambang bagi warga Kaltim.

“Ini alarm buruk bagi Pemerintah Provinsi Kaltim,” tegas dia.

Baca juga: Cerita Direktur Walhi Sulsel Diteror Saat Dampingi Nelayan Tolak Tambang Pasir

Rupang mengaku ragu dengan kepemimpinan Gubernur Kaltim saat ini punya komitmen menyelesaikan masalah ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Regional
Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Regional
DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

Regional
Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Regional
Bupati Cirebon Imron Rosyadi Positif Corona

Bupati Cirebon Imron Rosyadi Positif Corona

Regional
Penyelundup Sabu ke Aceh Divonis Mati

Penyelundup Sabu ke Aceh Divonis Mati

Regional
Covid-19 di Babel Lampaui 1.000 Kasus, Ini 3 Kelompok Penularan Dominan

Covid-19 di Babel Lampaui 1.000 Kasus, Ini 3 Kelompok Penularan Dominan

Regional
Bertahan Melawan Penambangan Emas Ilegal, Warga Hutan Desa Lubuk Bedorong Jambi Sampai Bakar Alat Berat Pelaku

Bertahan Melawan Penambangan Emas Ilegal, Warga Hutan Desa Lubuk Bedorong Jambi Sampai Bakar Alat Berat Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X