Sumedang Kini Punya Tugu 0 Kilometer

Kompas.com - 08/09/2020, 15:15 WIB
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir meresmikan monumen 0 Km Sumedang, Selasa (8/9/2020). Sejak rampung dibangun tahu 1808, penanda 0 Km hanya sebatas patok kecil yang tak terlihat. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHBupati Sumedang H Dony Ahmad Munir meresmikan monumen 0 Km Sumedang, Selasa (8/9/2020). Sejak rampung dibangun tahu 1808, penanda 0 Km hanya sebatas patok kecil yang tak terlihat. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merupakan salah satu kabupaten yang dilintasi Jalan Raya Pos (De Grote Postweg).

Jalan ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.

Jalan Raya Pos ini terbentang dari Anyer-Panarukan sepanjang 1.000 kilometer dan rampung dibangun dalam waktu 1 tahun, tepatnya pada 1808.

Baca juga: Polisi Tilang Motor Vanderhall yang Digunakan Calon Bupati Karawang

Namun, sejak selesai dibangun, Kabupaten Sumedang belum memiliki tugu atau monumen nol kilometer.

Penanda 0 kilometer Sumedang selama ini hanya berupa patok kecil yang tak terlihat, karena letaknya berada di trotoar jalan pusat kota.

Namun, saat ini Pemkab Sumedang membangun Monumen 0 Kilometer yang terletak di Jalan Raya Mayor Abdurrachman.

Baca juga: 117 ASN dan Pegawai Pemkot Bandung Positif Covid-19

Warga Lingkungan RT 01/01, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan Hendra Firdaus (52) mengaku bahwa selama ini dia tidak lokasi tersebut merupakan titik 0 kilometer Sumedang.

"Saya asli warga sini, tapi memang baru tahu sekarang, setelah tugunya ini selesai dibangun," ujar Hendra kepada Kompas.com saat Bupati Sumedang meresmikan Monumen 0 Kilometer tersebut, Selasa (8/9/2020).

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir meresmikan monumen 0 Km Sumedang, Selasa (8/9/2020). Sejak rampung dibangun tahu 1808, penanda 0 Km hanya sebatas patok kecil yang tak terlihat. AAM AMINULLAH/KOMPAS.comKOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir meresmikan monumen 0 Km Sumedang, Selasa (8/9/2020). Sejak rampung dibangun tahu 1808, penanda 0 Km hanya sebatas patok kecil yang tak terlihat. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com
Hendra mengatakan, adanya tugu ini menjadi penanda yang akan bermanfaat, karena warga dari luar daerah jadi mengetahui titik 0 kilometer Sumedang.

"Apalagi tugunya besar dan bagus, kami dan warga luar bisa foto-foto di sini. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah peduli," tutur Hendra.

Sementara itu, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, warga Sumedang maupun dari luar Sumedang kerap bertanya di mana posisi 0 kilometer Sumedang.

"Dengan dibangunnya monumen ini, warga Sumedang sekarang bisa tahu bahwa titik 0 kilometer itu ada di sini," ujar Dony.

Dony menyebutkan, di monumen ini juga terdapat informasi sejarah pembangunan jalan yang dibangun pada era kolonial Belanda sepanjang 1.000 kilometer.

"Selain menjadi tugu pengingat. Di monumen ini tertulis catatan sejarah. Jadi warga juga bisa tahu dan mengingat sejarah pembangunan jalan ini. Kami berterima kasih kepada BJB atas CSR pembangunan monumen ini," kata Dony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Regional
Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

Regional
Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Regional
Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Regional
Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Regional
Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Regional
Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Regional
Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Regional
Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Regional
Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Regional
Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X