"Meski Pengunjung Tidak Banyak dan Tutup Beberapa Bulan, Tetap Kami Beri Makan Sesuai Standar"

Kompas.com - 08/09/2020, 14:18 WIB
Tangkapan layar dalam video yang diunggah oleh akun instagram @ndorobei. tangkapan layarTangkapan layar dalam video yang diunggah oleh akun instagram @ndorobei.

KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan seekor harimau kurus dan perutnya kempis berjalan di kandang salah satu kebun binatang, viral di media sosial.

Harimau sumatera itu merupakan salah satu satwa yang berada di Maharani Zoo dan Goa Lamongan.

Koordinator marketing Maharani Zoo dan Goa Lamongan Juli Tri Wahyuningtyas membantah, harimau itu terlihat kurus karena tak terurus.

Meski jumlah pengunjung di kebun binatang berkurang selama pandemi Covid-19, pengelola selalu memberikan makanan dan nutrisi sesuai anjuran kepada satwa.

"Untuk nutrisi dan makanan, meski pengunjung tidak banyak seperti sebelum pandemi dan sempat tutup juga beberapa bulan, tapi tetap kami berikan sesuai standar," kata Juli saat dihubungi, Selasa (8/9/2020).

Baca juga: Video Viral Harimau Sumatera Kurus di Kebun Binatang, Perutnya Terlihat Kempis

Menurut Juli, seekor harimau sumatera bisa menghabiskan enam sampai delapan kilogram daging dalam sehari.

Makanan itu diberikan setiap sore hari.

"Jadi kami tidak ada mengurangi jatah makan di saat pandemi ini, bahkan nutrisi pun ada (diberikan)," kata Juli.

Alasan terlihat kurus

Juli menjelaskan penyebab harimau sumatera itu terlihat kurus dalam video yang belakangan viral di media sosial itu.

Menurutnya, hal itu karena jarak tribun pengunjung dan dasar kandang yang berjarak sekitar delapan meter.

 

Jarak yang jauh itu membuat harimau sumatera itu tersebut terlihat kurus.

Apalagi, harimau sumatera memiliki berat badan dan kondisi berbeda dengan jenis lainnya.

"Jadi faktanya itu kan harimau Sumatera tidak sebesar harimau-harimau jenis lainnya, lebih langsing," kata dia.

Menurutnya, harimau yang terlihat dalam video itu juga telah tua, usianya sekitar 10 tahun.

Harimau itu telah memiliki anak dari hasil perkawinan sesama jenis harimau sumatera lain di Maharani Zoo dan Goa Lamongan.

"Sudah tiga kali reproduksi anakan juga. Kalau jenisnya, harimau yang ada di video itu jantan," jelasnya.

Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan seekor harimau yang terlihat kurus di sebuah kebun binatang, viral di media sosial. Bagian perut harimau itu terlihat mengempis seperti kekurangan makan.

Video berdurasi 13 detik itu diunggah akun Instagram @ndorobei. Dalam video itu terlihat seekor harimau kurus berjalan di kandang sebuah kebun binatang di Kabupaten Lamongan.

Video itu sempat mengundang beragam komentar dari netizen. Hingga berita ini ditulis, video itu telah ditonton ratusan ribu orang.

Baca juga: Harimau Sumatera Terlihat Kurus dan Perutnya Kempis, Ini Penjelasan Kebun Binatang

(KOMPAS.com-Kontributor Gresik, Hamzah Arfah)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X