Kompas.com - 08/09/2020, 10:55 WIB
Uus memyerahkan bayi lutung peliharaannya kepada peyugas KSDA Seksi wilayah V Garut, Senin (07/09/2020) di kantor Seksi wilayah V Garut KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGUus memyerahkan bayi lutung peliharaannya kepada peyugas KSDA Seksi wilayah V Garut, Senin (07/09/2020) di kantor Seksi wilayah V Garut
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Uus Gumilar (49) terlihat terisak saat menyerahkan bayi lutung jawa yang ia pelihara kepada petugas Kantor Seksi V KSDA Garut, Senin (7/9/2020).

Sementara bayi lutung yang berusia 3 bulan tersebut terus mengeluarkan suara seolah-olah meminta tolong pada Uus, saat dimasukkan ke dalam kandang.

Walapun baru 2 minggu pelihara, Uus mengaku sudah menganggap bayi lutung itu seperti anaknya sendiri.

Baca juga: Kisah Uus, Beli Bayi Lutung Rp 800.000, Diberi Nama Manda Fransica hingga Dianggap Anak Sendiri

“Sudah seperti anak sendiri, jadi daripada dijual kepada orang lain lalu mati, lebih baik saya serahkan kepada petugas, minimal dia bisa tumbuh besar,” katanya saat ditemui di kantor Seksi Wilayah V KSDA Garut, Senin (07/09/2020) siang.

Pria yang tinggal di Kampung Kaum Lebak, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota menceritakan pertemuan pertamanya dengan bayi lutung tersebut.

Ia mengaku membeli bayi lutung itu Rp 800.000 dari seseorang yang menjualnya di Facebook sekitar 2 minggu yang lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Lutung Jawa Ditemukan Lemas di Rerumputan, Diduga Kelaparan dan Jatuh dari Pohon

Bayi lutung tersebut kemudian diberi nama Manda Fransisca.

Ia kemudian mencari informasi bagaimana memelihara bayi lutung. Dari hasil pencariannya di internet, Uus mengetahui jika lutung adalah satwa yang dilindungi.

“Ada yang bilang tidak apa-apa karena di Garut masih banyak lutung, tapi setelah saya pikir-pikir undang-undang kan berlaku di semua wilayah Indonesia,” katanya.

Baca juga: Perburuan Liar Lutung Jawa di Malang akibat Mitos Meningkatkan Vitalitas

Ia pun sempat mendapatkan informasi jika lutung tersebut diberikan ke petugas, maka lutung tersebut kembali akan jual.

Ia pun mulai ragu. Namun untuk memastikan informasi tersebut, ia mendatangi kantor KSDA Garut untuk memastikan bahwa informasi yang ia dapatkan tidak benar.

“Petugas bilang akan diserahkan ke lembaga konservasi, nanti dirawat disana, kalau memungkinkan bisa dilepasliarkan lagi, yang penting bisa tumbuh besar saja,” katanya.

Baca juga: Lutung Jawa Ditemukan Tergantung, BBKSDA Jatim Selidiki Dugaan Perburuan Liar

Tidur dipelukan Uus

Uus bersama bayi lutung jawa peliharaannya yang akan diserahkan ke petugas KSDA, Senin (07/09/2020)KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG Uus bersama bayi lutung jawa peliharaannya yang akan diserahkan ke petugas KSDA, Senin (07/09/2020)
Selama 2 minggu memelihara Manda, Uus mengaku sudah memiliki ikatan kuat dengan bayi lutung jawa tersebut.

Apalagi selama dipelihara, Manda tidak pernah dimasukkan kandang. Bahkan Manda pun tidur di pelukan Uus.

“Saat dia (lutung) tidur, sering saya pandangi hingga terketuk melihat satwa ini jadi yatim piatu diambil dari orangtuanya di hutan, hati saya jadi terketuk,” kata Uus.

Sementara itu Kepala Seksi KSDA Wilayah V Garut, Dodi Arisandi mengapresiasi keputusan Uus untuk menyerahkan lutung jawa ke petugas.

Baca juga: Seekor Lutung Jawa Ditemukan Mati Tergantung, Tersisa Kulit dan Kepala

Untuk itu, pihaknya akan memberikan piagam penghargaan pada Uus.

“Kita berikan piagam penghargaan dan juga berita acara serah terima satwa, kita berharap warga yang memelihara satwa dilindungi juga bisa mengikuti apa yang dilakukan Uus,” katanya

Setelah diserahkan ke petugas, bayi lutung tersebut akan menjalani perawatan medis dan dirawat di lembaga Konservasi Taman Satwa.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penjualan 6 Bayi Lutung, Surili dan Owa Jawa di Ciamis

“Nanti Kang Uus kalau mau lihat ke taman satwa juga bisa,” katanya.

Jika sudah memungkinkan, lutung jawa tersebut akan dilepasliarkan.

Menurut Dodi, penyerahan lutung yang dilakukan oleh Uus ini, menjadi salah satu bukti bahwasanya perdagangan satwa ilegal masih terjadi di Garut.

Oleh karena itu, beberapa waktu lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan operasi di Garut dan menangkap pelaku perdagangan satwa liar.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Ari Maulana Karang | Editor: Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.