Kerumunan Massa di Pendaftaran Pilkada Kota Mataram...

Kompas.com - 08/09/2020, 09:51 WIB
Bapaslon Paket Harum (Mohan Roliskana dan TGH. Mujiburrahman) mendaftar ke KPU Kota Mataram diantar ratusan massa, Jumat (4/9/2020( lalu, tak ada jaga jarak meskipun mereka mengenakan masker yang merupakan atribut pendukung bapaslon. FITRI RBapaslon Paket Harum (Mohan Roliskana dan TGH. Mujiburrahman) mendaftar ke KPU Kota Mataram diantar ratusan massa, Jumat (4/9/2020( lalu, tak ada jaga jarak meskipun mereka mengenakan masker yang merupakan atribut pendukung bapaslon.

MATARAM, KOMPAS.COM - Empat bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota dan wakil wali kota resmi mendaftar di KPU Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua KPU Kota Mataram, M Husni Abidin mengatakan seluruh bapaslon dinyatakan negatif Covid-19. 

"Pendaftaran terakhir Minggu (6/9/2020) hingga pukul 24.00 WITA telah resmi ditutup," kata Husni di KPU Mataram, Minggu (6/9/2020) .

Pasangan Baihaqi dan Baiq Diah Ratu Ganevi merupakan kandidat terakhir yang mendaftar ke KPU Mataram.

Husni mengatakan, pasangan yang dikenal dengan slogan "Baru" itu diusung tiga partai politik, Demokrat, PAN, dan Hanura. Mereka mengantongi delapan kursi di parlemen.

Baca juga: Tanggapi Bupati Jember, PDI-P: Tunjukkan, kepada Siapa Dia Mengeluarkan Uang...

Lalu, terdapat pasangan calon petahana Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman yang dikenal dengan pasangan "Harum". Mereka mengantongi dukungan dari Partai Golkar, PPP, dan Nasdem, dengan total 13 kursi di parlemen.

Kemudian, pasangan Lalu Makmur Said dan Badruttam Ahda atau "Muda" yang diusung Partai Gerindra, PKPI, dan Partai Berkarya. Mereka memiliki sembilan kursi di DPRD Kota Mataram.

Terakhir, pasangan Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan yang diusung PDI-Perjuangan dan PKS. Pasangan yang disebut "Salam" ini memiliki 10 kursi di DPRD.

"Semua calon yang mendaftar didukung parpol, jadi tidak ada jalur independen karena persyaratan dukungan tidak berhasil dipenuhi, dari 22.000 dukungan yang harus diperoleh, mereka hanya mampu 8.000 dukungan, jadi tidak ada jalur independen," kata Husni.

Terkait banyaknya paslon yang membawa massa saat pendaftaran, Husni mengaku telah berulang kali mengingatkan.

Namun, KPU Kota Mataram hanya memiliki wewenang pada area pendaftaran saja. KPU hanya mengiziinkan 40 orang termasuk pasangan calon untuk masuk ke dalam ruangan pendaftaran.

"Di luar itu kewenangan aparat kepolisian, TNI, Polisi, dan Pamong Praja, kami masih terus mengimbau dan mengingatkan," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X