Fakta 13 Perawat Corona di Sulbar Diberhentikan, Gaji 3 Bulan Belum Dibayar, RS Berdalih Diistirahatkan

Kompas.com - 08/09/2020, 08:01 WIB
5 Bulan Berjuang Melawan Covid di Garis Depan, 13 Perawat Malah Dipecat Karena Alasan Penyegaran KOMPAS.COM/JUNAEDI5 Bulan Berjuang Melawan Covid di Garis Depan, 13 Perawat Malah Dipecat Karena Alasan Penyegaran
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebanyak 13 perawat untuk pasien karantina Covid-19 di Rumah Sakit Regional, RSUD Sulawesi Barat diberhentikan tanpa alasan jelas.

Saat diberhentikan, honor para perawat tersebut belum dibayar selama tiga bulan.

Mereka sudah bertugas selama lima bulan dan baru dua bulan pertama, gaji mereka dibayarkan.

Bahkan ada salah satu perawat perempuan yang sama sekal sekali tidak menerima honor dari manajemen rumah sakit, walaupun sudah bekerja selama lima bulan di tempat karantina.

Baca juga: Perawat RSUD Pamekasan Meninggal karena Covid-19, Tinggalkan 3 Anak Yatim Piatu

Saat diberhentikan, mereka juga diminta untuk keluar dari tempat penginapan yang selama ini mereka tempati selama bertugas.

Pengelola penginapan berdalih para tenaga medis tersebut harus keluar dari penginapan atas perintah dari manajemen rumah sakit.

Belasan perawat tersebut terlihat berkemas dan meletakkan seluruh barang yang mereka miliki di lobi penginapan.

Baca juga: 13 Perawat Pasien Corona Diberhentikan, Diminta Pergi Meski Honor Belum Dibayar 3 Bulan

Salah seorang perawat, Heri Kuswandi menyayangkan tindakan permberhentian sepihak dari pihak rumah sakit.

Apalagi honor mereka selaam 3 bulan belum dibayar. Ia juga menyebut banyak dari mereka yang kebingungan karena tidak punya ongkos pulang kampung. Padahal sudah diminta untuk keluar dari penginapan yang mereka tempati.

Ia menyebut tindakan yang dilakukan manajemen RSUD Regional Mamuju tidak manusiawi.

“Kami kaget karena pengelola penginapan yang kami huni sejak lima bulan bertugas sebagai perawat di ruang karantina Covid-19, meminta kami meninggalkan kamar kamar dan barang-barangnya."

Baca juga: Seorang Perawat RS Swasta di Solo Terpapar Virus Corona

"Kami bingung dan tak bisa pulang kampung karena tak punya biaya, honor kami selama berbulan-bulan belum diterima,” jelas Heri.

Rencananya, para perawat tersebut akan patungan untuk menyewas kos karena mereka belum ada biaya untuk pulang kampung.

Mereka berharap, honor mereka selama 3 bulan segera dibayarkan agar bisa digunakan untuk pulang.

Baca juga: Pulang Uji Kompetensi, Perawat Meninggal Dunia Positif Covid-19

RS sebut bukan pemecatan tapi diistirahatkan

Sementara itu Direktur RSUD Regional Sulbar dr Indah membantah telah memberhentikan atau memecat 13 perawat yang bertugas di ruang karantina Covid-19 tanpa alasan.

Ia berdalih para perawat seharusnya di-rolling  setiap satu bulan sekali.

Sedangkan 13 perawat yang bertugas di ruaang karantina tersebut  sudah bekerja lebih dari lima bulan di ruang karantina.

Baca juga: Perawat Terkonfirmasi Positif Covid-19, Puskesmas di Kota Malang Ditutup

Rolling tenaga kesehatan, menurut Indah perlu dilakukan untuk menjaga imunitas para tenaga medis yang bertugas.

“Ini bukan pemecatan, ini hanya diistirahatkan, di-rolling karena mereka kan sudah bertugas lima bulan lebih dan butuh penyegaran,”jelas Indah.

Terkait honor para perawat yang belum terbayarkan, Indah mengatakan pihak rumah sakit masih memproses untuk mencairkan gaji mereka.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Junaedi | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X