Bupati Lebak Geram Warganya Tidak Disiplin, Dilarang Berkerumun Malah Kumpul Makan-makan

Kompas.com - 08/09/2020, 07:01 WIB
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Lebak, Senin (7/9/2020). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINBupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Lebak, Senin (7/9/2020).

LEBAK, KOMPAS.com - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku geram dengan masyarakat yang masih kurang disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan.

Iti menyebutkan, ketidakdisiplinan menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus positif Covid-19 atau corona di Lebak dalam beberapa hari terakhir.

"Jangan dulu kumpul-kumpul, ini sudah dilarang tetap saja, malah kumpul-kumpul babacakan (makan bareng), kalau misalnya kangen, kan sekarang zaman sudah modern," kata Iti di Pendopo Bupati Lebak di Rangkasbitung, Senin (7/9/2020).

Iti mengatakan, untuk mendisiplinkan warga Lebak supaya menerapkan protokol kesehatan, pihaknya sudah membuat Peraturan Bupati Lebak No 28 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

Baca juga: Gubernur Berlakukan PSBB di Seluruh Banten, Ini Kata Bupati Lebak


Dalam Perbup tersebut, ada aturan untuk tidak berkerumun dan menggunakan masker, baik untuk masyarakat maupun pemilik usaha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi yang melanggar akan dikenakan denda maksimal Rp 150.000 bagi masyarakat dan Rp 25 juta bagi pemilik usaha.

"Tanggal 9 September diterapkan, sanksi tidak hanya sosial, tapi juga administrasi," kata Iti.

Dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus konfirmasi positif corona di Kabupaten Lebak. Hingga Selasa (6/9/2020), jumlahnya mencapai 76 orang.

Baca juga: Kasus Corona Melonjak, Bupati Lebak Larang ASN Pergi Keluar Kota

Lonjakan kasus ini menjadikan Kabupaten Lebak kembali berstatus zona oranye, setelah sebelumnya berada di zona kuning.

Melonjaknya kasus positif corona di Kabupaten Lebak membuat Gubernur Banten Wahidin Halim memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun, dikatakan Iti, PSBB tersebut belum berlaku lantaran harus ada persetujuan dari pemerintah pusat terlebih dahulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.