Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peracik Ganja Sintetis Belajar di Medsos, Untung Bisa Rp 300 Juta

Kompas.com - 07/09/2020, 15:42 WIB
Agie Permadi,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah hampir dua tahun meracik ganja sintetis, RY (29) akhirnya ditangkap polisi.

Pengungkapan kasus ini berawal dari pengembangan Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi, Jawa Barat.

Awalnya, polisi menangkap seorang pengguna ganja sintetis pada pekan lalu di wilayah Cimahi.

Baca juga: Alasan Ridwan Kamil Tolak Kenaikan Tarif Tol dan Protes di Medsos

Kemudian, polisi melakukan pengembangan sampai akhirnya mengerucut pada salah satu pembuat ganja sintetis berinisial RY yang berada di salah satu tempat kos di Jalan Terusan Babakan Jeruk 1, Kota Bandung.

"Kami lakukan pengembangan dan berhasil mengungkap pembuatnya ini," kata Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, Senin (7/9/2020).

Baca juga: Gubernur Berlakukan PSBB di Seluruh Banten, Ini Kata Bupati Lebak

Menurut Yoris, RY memproduksi ganja sintetis di salah satu kamar di lantai dua yang ia sewa.

Padahal, pelaku sendiri merupakan warga Kota Bandung.

Aksi meracik ganja sintetis ini telah dilakukan RY selama hampir 2 tahun.

"RY ini belajar dari medsos (media sosial) untuk meracik ganja sisntetis," kata Yoris.

 

Pelaku juga menggunakan media sosial untuk menjual ganja sintetis buatannya.

RY mendapat keuntungan per tahun mencapai Rp 200 juta sampai Rp 300 juta.

Sampai saat ini, penjualannya telah merambah di area Jawa, Kalimantan hingga Sumatera.

"Jualnya per kilo," ujar Yoris.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi Andri Alam mengatakan bahwa kosan ini hanya digunakan pelaku untuk meracik ganja sintetis berjenis banana shoot.

"Diduga ini hanya tempat produksi saja, RY tak tinggal disini," ucap Andri.

Polisi menduga bahwa RY memiliki jaringannya sendiri. Polisi berusaha melakukan pengembangan dan mengungkap kasus lainnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com