Kompas.com - 07/09/2020, 14:06 WIB
Kapolres Lamongan AKBP Harun didampingi Kasatnarkoba Polres Lamongan Iptu Khusen, saat bertanya kepada AHN dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Senin (7/9/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Lamongan AKBP Harun didampingi Kasatnarkoba Polres Lamongan Iptu Khusen, saat bertanya kepada AHN dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Senin (7/9/2020).

LAMONGAN, KOMPAS.com - AHN (37) warga Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, ditangkap polisi saat membawa dan hendak mengedarkan narkoba jenis sabu dengan total berat 44,36 gram.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ini mengaku telah mengedarkan sabu di wilayah Lamongan bagian utara sejak enam bulan lalu.

Baca juga: Video Viral Bupati Jember Sebut Butuh Miliaran Rupiah untuk Dapat Rekomendasi Parpol

"Dapat dari teman di Madura. Beli Pak, seharga Rp 40 juta," ujar AHN saat ditanya Kapolres Lamongan AKBP Harun dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Senin (7/6/2020).

AHN sengaja menyisihkan pendapatannya sebagai sopir untuk membeli narkoba jenis sabu itu.

Selain diedarkan, sabu itu dikonsumsi sendiri dengan dalih menunjang stamina saat bekerja mengemudikan truk.

"Berasal dari informasi warga ada seorang sopir yang menjual sabu, kita kemudian melakukan penyelidikan. Kita kemudian dapatkan ada 44 gram lebih sabu dari tersangka," ucap Kapolres Lamongan AKBP Harun, kepada awak media.

Pelaku bukan kali pertama ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkoba. Ia pernah ditangkap karena menanam ganja pada 2014.

"Pada 2014 tersangka ini sudah pernah ditangkap karena menanam ganja. Sudah sempat dipenjara juga, bebas 2018 lalu dan sekarang kita amankan lagi karena kepemilikan sabu," jelas Harun.

Selain AHN, polisi juga menangkap enam tersangka kasus narkoba lainnya dalam operasi tumpas narkoba semeru 2020 yang digelar 24 Agustus-4 September 2020. Mereka adalah, RW (29), ME (40), WLA (22), DDI (22), IDW (26), dan AAR (23).

Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu dengan total berat 59,18 gram, 40 butir pil double L, beberapa ponsel, sepeda motor, uang tunai, dan alat penghisap sabu.

"Kita jerat para tersangka ini dengan dua pasal berbeda, pemakai dan pengedar," tutur Harun.

Baca juga: Polisi: Beberapa Artis yang Ditangkap Kasus Narkoba Pakai Alasan Pandemi Covid-19

Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 112 KUHP untuk tersangka RW, WLA, DDI, AAR, dan IDW, dengan ancaman hukuman empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Sementara ME dan AHN, dijerat Pasal 114 KUHP dengan ancaman lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X