Mantan Perwira Polisi dan Eks Anggota KPU Optimistis Raih 60 Persen Suara di Pilkada Wonogiri

Kompas.com - 05/09/2020, 22:36 WIB
MENANG—Pasangan mantan perwira menengah polisi, Hartanto bersama pendampingnya mantan anggota KPU Jateng, Joko Purnomo yang akrab disingkat Harjo optimis menang usai mendaftar di KPUD Wonogiri, Sabtu (5/9/2020) KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIMENANG—Pasangan mantan perwira menengah polisi, Hartanto bersama pendampingnya mantan anggota KPU Jateng, Joko Purnomo yang akrab disingkat Harjo optimis menang usai mendaftar di KPUD Wonogiri, Sabtu (5/9/2020)

WONOGIRI, KOMPAS.com - Mantan perwira menengah polisi, Hartanto bersama pasangannya, mantan anggota KPU Jateng, Joko Purnomo mendaftar sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati di KPUD Wonogiri, Sabtu (5/9/2020) sore.

Berbekal dukungan sembilan partai, Hartanto-Joko Purnomo yang akrab disapa Harjo yakin meraup 60 persen suara dan mengalahkan calon petahana Jekek-Setyo dalam pilkada Wonogiri yang digelar Rabu (9/12/2020) mendatang.

Harjo didukung sembilan partai politik yakni PKB, Gerindra, PKS, Nasdem, Demokrat, Perindo, Garuda, PBB, Berkarya dan Hanura yang tergabung dalam Koalisi Bermartabat. Sementara untuk mendaftar Harjo direkomendasikan oleh PKB, PKS dan Gerindra.

“Target kami tidak banyak-banyak. Cukup raup suara 60 persen. Sudah menang kan,” ujar Hartanto usai mendaftar sebagai bakal calon bupati bersama pendampingnya Joko Purnomo sebagai wakil bupati di KPUD Wonogiri, Sabtu (5/9/2020) sore.

Baca juga: Didukung 5 Parpol, Jekek-Setyo Optimistis Raup 70 Persen Suara dalam Pilkada Wonogiri

Baginya target kemenangan yang tidak dimuluk-muluk agar  dinilai tidak serakah. Dengan demikian target kemenangan 60 persen sudah cukup realistis bagi paslon Harjo.

Ditanya jurus yang digunakan untuk mengalahkan calon petahana Jekek-Setyo, Hartanto mengandalkan banyak berdoa kepada Allah SWT agar menang dalam pilkada. “Tidak ada jurus-jurusan. Saya hanya minta kepada Allah supaya saya menang dan jadi Bupati Wonogiri,” ungkap Hartanto.

Hartanto mengatakan meski kampanye serba terbatas di masa pandemi, timnya optimistis warga yang memiliki hak pilih akan memilihnya dalam pemungutan suara yang digelar tiga bulan lagi.

Ia menambahkan KPUD Wonogiri sudah menyatakan berkas pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang diusung Koalisi Bermartabat sudah memenuhi syarat.

Baca juga: Dapat Dukungan PKS, Eks Perwira Polisi dan Mantan Anggota KPUD Jateng Ikut Pilkada Wonogiri

Dengan demikian, saat ini Koalisi Bermartabat tinggal menunggu penetapan pasangan calon yang akan disampaikan KPU dua pekan lagi. Selanjutnya, dilakukan pengundian nomer urut pasangan calon. “Nomer hanya sampai dua saja. Tidak ada calon nomer tiga,” kata Hartanto.

Hartanto mengharapkan pelaksanaan pilkada Wonogiri tidak diwarnai dengan intimidasi dan suap. Dengan demikian proses pelaksanaan pilkada berjalan baik dan rakyat bisa memilih sesuai dengan hati nuraninya.

“Sehingga rakyat bisa mendapatkan pemimpin yang baik dan bijaksana. Bukan pemimpinnya golongan, kelompok tetapi bupatinya rakyat Wonogiri yang bisa mensejahterakan masyarakat lahir dan batin,” demikian Hartanto



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X