Bobby Nasution-Aulia Rachman Mendaftar ke KPU Medan, Tampil "Gaul" Naik Vespa

Kompas.com - 04/09/2020, 20:51 WIB
Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman bersama rombongan partai pengusung konvoi menaiki Vespa menuju KPU Kota Medan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan, Jumat (4/9/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIMuhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman bersama rombongan partai pengusung konvoi menaiki Vespa menuju KPU Kota Medan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan, Jumat (4/9/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Walaupun cuaca di Medan pada Jumat (4/9/2020) sangat terik, namun pasangan bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan, Bobby Nasution dan Aulia Rachman bersama rombongan tetap berkonvoi menggunakan Vespa menuju kantor KPU Medan

Booby dan Aulia yang yang bergaya anak muda tersebut berangkat dari Masjid Agung Medan ke KPU, untuk mendaftarkan diri di Pilkada Medan 2020. 

Bobby-Aulia tampil trendi dan gaul, khas anak muda. Keduanya terlihat mengenakan t-shirt putih dipadu jaket dan celana jeans warna senada, serta masker hitam bertulisan #KolaborasiMedanBerkah warna hitam.

Sekitar seratus meter sebelum gerbang KPU Medan, jalanan sudah dipenuhi para pendukung dan relawan yang sedari pagi menunggu dengan sabar.

Untungnya pihak Polrestabes Medan siaga berjaga sehingga para pendukung Booby-Aulia tak berebut menyalami atau meminta foto ke mereka. 

Baca juga: Satu Hari Sebelum Daftar ke KPU, Paman Bobby Nasution Mundur di Pilkada Tapanuli Selatan: Permintaan Keluarga

Pendukung Bobby-Aulia abaikan protokol kesehatan

 

Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution (kedua kanan) dan Aulia Rahman (kedua kiri) didampingi pengurus partai pendukung tiba untuk mendaftar ke KPU Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2020). Bobby Nasution dan Aulia Rahman mendaftar sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, Partai NasDem, PAN, Partai Hanura dan PSI.ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution (kedua kanan) dan Aulia Rahman (kedua kiri) didampingi pengurus partai pendukung tiba untuk mendaftar ke KPU Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2020). Bobby Nasution dan Aulia Rahman mendaftar sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, Partai NasDem, PAN, Partai Hanura dan PSI.
Pengamatan Kompas.com, walau sudah diingatkan namun tetap saja protokol kesehatan dilanggar oleh pendukung Bobby-Aulia. 

Orang-orang berkerumun dan berdesak-desakan, bangku yang disediakan habis diinjak-injak karena ingin mengabadikan momen.

Tak terlihat tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan berada di lokasi mengawasi dan memberi sanksi. Hanya terdengar seorang petugas perempuan yang terus-menerus mengingatkan lewat pengeras suara.

"Masker dipakai, bukan dagu yang makai. Ingat, Medan ini sudah zona hitam, jangan sampai kita mengirim paket lagi ke Simalingkar. Tak usah bersalaman, jaga jarak, jangan bersentuhan," ucap petugas perempuan itu berulang-ulang, Jumat (4/9/2020).

Baca juga: Paman Bobby Nasution Mundur dari Bakal Calon Bupati

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mencari Jejak 'Mr Black'' Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Mencari Jejak "Mr Black"" Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Regional
5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

Regional
Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Regional
Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X