BPN Buton Sebut Pulau Pendek yang Dijual di Situs Jual Beli Online adalah Hak Negara

Kompas.com - 04/09/2020, 19:58 WIB
Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyatakan, status pulau pendek saat ini adalah punya hak negara. DEFRIATNO NEKEBadan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyatakan, status pulau pendek saat ini adalah punya hak negara.

BUTON, KOMPAS.com– Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyatakan, status Pulau Pendek saat ini adalah hak negara.

“Statusnya punya hak negara. Jadi BPN Kabupaten Buton belum pernah menerbitkan sertifikat atas pulau tersebut,” kata Kepala BPN Kabupaten Buton, Tageli Lase, Jumat (4/9/2020). 

Namun, BPN tidak mempersoalkan warga yang berkebun di atas tanah pulau tersebut. 

Baca juga: Pulau Pendek Dijual di Situs Jual Beli Online, Ahli Waris Lapor ke Polisi

Mengenai adanya bukti pembayaran pajak dilakukan penduduk Pulau Pendek sejak 1937 hingga 1940, Tageli menyatakan bukti itu bukan sebagai bukti hak kepemilikan tanah. 

“Pajak bukanlah tanda sebagai bukti hak atas tanah, tanda bukti atas tanah itu adalah sertifikat. Pajak itu adalah sebagai kewajiban seseorang karena memanfaatkan tanah tersebut, jadi bukan mesti yang membayar pajak harus yang punya tanah,” ujarnya. 

pulau pendek dijual dalam situs jual beli onlinescreenshoot pulau pendek dijual dalam situs jual beli online

Dia mengatakan, memang dahulu pulau pendek tersebut dihuni warga.

Namun karena program pemerintah pada 1971, warga Pulau Pendek dipindahkan ke Pulau Buton untuk mendekatkan dengan pelayanan pemerintahan. 

“Pulau itu memang pernah didiami masyarakat makanya ada makam, tapi semua warga di situ sudah dipindahkan ke daratan dan tanahnya milik negara,” ucap Tageli.

Baca juga: Ini Penjelasan Bupati Buton soal Pulau Pendek yang Sempat Dijual di Situs Online

Pulau Pendek menjadi sorotan setelah lahannya dijual lewat salah satu situs jual beli online.

Lahan di pulau tersebut yang seluas 242,07 hektare tersebut dijual dengan harga murah, yaitu Rp 36.500 per meter persegi.

Sejumlah orang yang mengaku sebagai ahli waris Pulau Pendek tidak terima dengan adanya iklan penjualan itu.

Mereka pun melayangkan laporan ke polisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Regional
Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

Regional
Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Regional
Kisah 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap Pabrik Tembakau, Bawa Balita ke Penjara, Kini Kasusnya Ditangguhkan

Kisah 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap Pabrik Tembakau, Bawa Balita ke Penjara, Kini Kasusnya Ditangguhkan

Regional
 7 Polisi di Jambi Kedapatan Pakai Narkoba Saat Sidak Tes Urine

7 Polisi di Jambi Kedapatan Pakai Narkoba Saat Sidak Tes Urine

Regional
Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X