Positif Corona, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie: Saya Sudah Semakin Membaik

Kompas.com - 04/09/2020, 11:50 WIB
Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie istimewaWali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie

PONTIANAK, KOMPAS.com - Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat Tjhai Chui Mie terkonfirmasi positif corona atau Covid-19.

Setelah sempat mengalami mual dan sakit perut, kini dia mengaku sudah membaik.

"Saya sudah semakin membaik dari kemarin," kata Tjhai Chui Mie dalam keterangan videonya yang beredar Jumat (4/9/2020) siang.

Baca juga: Sebelum Dinyatakan Positif Corona, Wali Kota Singkawang Merasa Mual dan Sakit Perut

Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik tersebut, dia menunjukkan menu sarapan berupa madu, pisang, dan dua telur rebus untuk memulihkan imunitas tubuh.

"Saya sudah menyiapkan madu, pisang dan telur untuk sarapan. Saat ini kondisi saya semakin membaik," yakin Tjhai Chui Mie.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson menyebut, sampai saat ini, sudah memeriksa 20 orang klaster Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Dari 20 orang yang diperiksa menggunakan swab tes cepat molekuler (TCM) di RSUD Abdul Aziz Singkawang dan hasilnya 7 orang positif.

"Jadi untuk klaster ini sudah 20 orang yang diperiksa swabs TCM dengan hasil 7 orang kasus konfirmasi Covid-19," kata Harisson kepada wartawan, Kamis (3/9/2020) malam.

Baca juga: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie Positif Covid-19

Menurut dia, klaster tersebut terungkap setelah sopir dan dua orang asisten rumah tangga Wali Kota Singkawang diperiksa swab TCM karena kehilangan penciuman, pada Rabu (2/9/2020).

"Hasilnya ketiga orang ini positif corona," ucap Harisson.

Harisson melanjutkan, swab TCM dilakukan terhadap Wali Kota Singkawang beserta keluarga dan yang pernah kontak erat.

"Wali kota beserta keluarga dan kontak erat diperiksa swab TCM sebanyak 17 orang dengan hasil 4 orang positif," ucap Harisson.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X