Kasus Penculikan Mahasiswa, Sekda Maluku: Jangan Ada yang Saling Curiga

Kompas.com - 03/09/2020, 22:55 WIB
Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis malam (28/5/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis malam (28/5/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Maluku mendukung penuh upaya Polresta Pulau Ambon dan Polda Maluku untuk mengusut tuntas kasus penculikan dan penganiayaan seorang mahasiswa universitas Pattimura Ambon, Muhamd Syahrul Wadjo, yang diculik sejumlah orang tak dikenal di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, pada Rabu malam (2/9/2020).

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang mengatakan, terkait kejadian itu, ia telah menemui Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar di kantornya dan ada tekad kuat Polda Maluku untuk mengungkap kasus tersebut.

"Jadi, tadi saya itu kan pergi ke Polda, ada atensilah supaya jangan ada yang bermain-bermain saling curiga dan segala macam, mudah-mudahan cepat dapat pelaku,” kata Kasrul, kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (3/9/2020) malam.

Saat menemui Kapolda, pihaknya juga mendorong agar kasus tersebut segera ditangani dan diungkap sehingga tidak ada opini liar di masyarakat yang dapat menjurus pada saling tuding atas kejadian itu.  

Baca juga: Kapolda Maluku Perintahkan Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penculikan Mahasiswa

“Kami juga mendorong polisi (mengusut), jangan sampai orang saling tuduh ke sana kemari, takutnya ada kenapa-kenapa ada yang main sana, main sini, jadi kami tadi bicara dengan Pak Kapolda mudah-mudahan bisa cepat ditangani. Saya kira Polda juga bergerak cepat ya,” ujar dia.

Dari pengakuan korban kepada polisi, aksi penculikan itu terkait materi demo yang dilakukan korban bersama teman-temannya pada Rabu kemarin.

Namun, Kasrul tidak mau berspekulasi terkait motif dari insiden tersebut.

“Jangan kita berspekulasi, kemarin saya sudah bilang kami pemerintahan ini sangat aspiratif siapa pun yang datang ke sini kami terimalah, yang penting datang dengan tata krama katong orang basudara,” kata dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Maluku, Azis Hentihu mendesak agar Kapolda Maluku segera menangkap para pelaku penculikan mahasiswa tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X