6 Pekerja Tewas Tertimbun, Bos Tambang Emas Ilegal Jadi Tersangka

Kompas.com - 03/09/2020, 21:27 WIB
Lokasi tambang emas ilegal yang menyebabkan enam orang pekerja tewas tertimbun tanah longsor di Desa Serosah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Kamis (3/9/2020). Dok. Polres KuansingLokasi tambang emas ilegal yang menyebabkan enam orang pekerja tewas tertimbun tanah longsor di Desa Serosah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Kamis (3/9/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menetapkan tiga orang tersangka atas meninggalnya enam orang pekerja pertambangan emas tanpa izin (Peti) atau tambang emas ilegal di Kabupaten Kuansing, Riau.

Penetapan tiga tersangka ini disampaikan Kapolres Kuansing AKBP Hengky Poerwanto kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Kamis (3/9/2020) malam.

"Hari ini kami menetapkan satu orang tersangka berinisial NP alias Ibu (62). NP ini selaku pemilik lahan yang juga sebagai perekrut pekerja, pemodal serta penyedia alat dalam aksi peti," sebut Hengky.

Baca juga: Tambang Emas Ilegal yang Tewaskan 9 Orang Merupakan Peninggalan Belanda

Beberapa hari yang lalu, sambung dia, dua orang pekerja tambang emas ilegal juga telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial S (38) dan K (35).

Hengky menjelaskan, pada Sabtu (29/8/2020) lalu, enam orang tewas akibat tertimbun tanah longsor di lokasi tambang emas ilegal di Desa Serosah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Keenam pekerja tersebut tewas tertimbun tanah longsor saat melakukan penambangan emas tanpa izin.

Atas kasus tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melakukan penyelidikan hingga tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini kami tengah melengkapi berkas perkaranya. Untuk penyidik diagendakan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Dinas Pertambangan, Energi dan SDM Provinsi Riau dan ahli pidana dari Universitas Riau di Pekanbaru besok, Jumat (4/9/2020)," kata Hengky.

Baca juga: Tambang Emas Tradisional di Kalsel Longsor, 5 Orang Tewas Tertimbun, 1 Belum Ditemukan

Upaya pencegahan

Sementara itu, Hengky mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan penertiban tambang emas ilegal secara konsisten dan rutin.

"Kita meminta partisipasi masyarakat untuk membantu polri dengan memberikan informasi jika mengetahui aktivitas Peti di wilayahnya," kata Hengky.

Menurut Hengky, sepanjang 2020 ini pihaknya telah menangkap 21 orang pelaku tambang emas ilegal dan semuanya ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami akan terus berupaya tingkatkan upaya preemtif, preventif dan represif agar aksi tambang emas ilegal betul-betul berhenti," tegas Hengky.

Baca juga: 4 Orang Pemilik Tambang Emas Ilegal Jadi Tersangka Banjir Bandang Lebak

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X