Paslon Petahana Hendi-Ita Bakal Lawan Kotak Kosong dalam Pilkada Kota Semarang

Kompas.com - 03/09/2020, 18:36 WIB
Pasangan petahana Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu saat deklarasi dukungan seluruh partai di Hotel Santika Semarang, Selasa (1/9/2020) KOMPAS.com/pemkot semarangPasangan petahana Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu saat deklarasi dukungan seluruh partai di Hotel Santika Semarang, Selasa (1/9/2020)

SEMARANG, KOMPAS.com- Bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu, diperkirakan akan melawan kotak kosong pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Pasalnya, semua partai yang punya kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang telah menyatakan dukungannya kepada pasangan calon petahana tersebut.

Selain itu, tidak ada pasangan calon independen yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

Baca juga: Wali Kota Semarang Bantah Daerahnya Miliki Kasus Covid-19 Terbanyak di Indonesia

Meski demikian, KPU Semarang akan tetap melayani jika ada pasangan calon lain yang ingin melawan pasangan Hendrar-Hevearita, asalkan dapat memenuhi syarat.

"Pada intinya kami menghargai proses pendaftaran yang akan dimulai besok 4-6 September. Nanti lihat saja bagaimana mekanismenya. Kalau dari kami intinya siap untuk melaksanakan apapun kondisi dari hasil kontestasi politik di Kota Semarang," kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom saat dihubungi, Kamis (3/9/2020).

Pasangan petahana itu direncanakan akan mendaftar ke KPU Kota Semarang pada 4 September 2020 di Hotel Patrajasa Semarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pasangan Hendi-Ita optimis meraih perolehan suara hingga 90 persen dalam Pilkada 2020.

Target tersebut bisa tercapai dengan dukungan dari partai pengusung dan pendukung.

Baca juga: Pasangan Petahana Hendrar-Hevearta Resmi Diusung Seluruh Parpol di Semarang

Yakni sembilan partai politik dari parlemen DPRD Kota Semarang antara lain PDI-P, Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PKS, Partai Gerindra, PAN, Partai NasDem dan PSI. 

Kemudian, lima partai pendukung lainnya, yakni PKPI, Partai Hanura, Partai Berkarya, PBB dan PPP.

"Monggo-monggo saja itu kan target dari mereka. Kalau kami kan lebih target ke partisipasi pemilih. Tentunya targetnya berbeda. Kalau dari KPU RI pemilih nasional targetnya 77,5 persen. Kita merujuk dari itu saja," jelasnya.

Tahapan pendaftaran bakal pasangan calon sendiri akan dibuka oleh KPU selama tiga hari pada 4 hingga 6 September 2020 mulai 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, dan pada hari terakhir dibuka sampai 24.00 WIB.

Pihaknya mengimbau kepada partai politik pengusung untuk tidak melakukan pengerahan massa selama tahapan pendaftaran berlangsung.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kerumunan terkait prosedur pencegahan Covid-19.

"Kami mengimbau kepada parpol pengusung agar tidak perlu melakukan pengerahan massa. Yang masuk ke dalam hanya yang berkepentingan saja. Jadi kami batasi yang boleh masuk bapaslon, LO, parpol, pimpinan parpol pengusung paslon dan Bawaslu," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.