Kapolda Maluku Perintahkan Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penculikan Mahasiswa

Kompas.com - 03/09/2020, 15:06 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, Polda Maluku saat ini telah membentuk tim khusus untuk mengungkap motif penculikan dan menangkap para pelaku penculikan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon.

Roem menyebut, pembentukan tim khusus untuk mengungkap kasus tersebut dilakukan atas perintah langsung dari Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar.

“Bapak Kapolda telah memerintahkan untuk dibuat tim khusus,” kata Roem, kepada Kompas.com, via telepon seluler, Kamis (3/9/2020).

Tim khusus ini nantinya akan membantu Polresta Pulau Ambon untuk mengusut para pelaku penculikan termasuk mengungkap motif dari aksi penculikan yang dilakukan.

Baca juga: Usai Demo di Kantor Gubernur, Seorang Mahasiswa Diculik Orang Tak Dikenal

“Jadi, dari Polda ini akan membackup, yang jelas Bapak Kapolda telah perintahkan kasus ini harus diusut tuntas, bahkan tadi Dirkrimum yang tidak ada di TKP diminta ke sini,” kata dia.

Rekonstruksi janggal

Rekonstruksi kasus penculikan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon, Muhamad Syahrul Wadjo dilakukan secara tertutup di Mapolres Pulau Ambon, Kamis malam.

Rekonstruksi kasus tersebut dilakukan tanpa ada kuasa hukum yang mendampingi korban.

Rekonstruksi dilakukan setelah korban dan sejumlah rekannya menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik.

Salah satu kuasa hukum korban, Mikat Albar Ipaenin mengaku sesuai ketentuan yang berlaku kuasa hukum harus dilibatkan dalam proses rekonstruksi, yang terjadi pihak kepolisian tidak mengizinkan mereka mendamingi korban.

"Ini kejanggalannya, harusnya sesuai prosedur kuasa hukum harus ikut mendapingi," kata Mikat kepada wartawan di halaman Mapolres Pulau Ambon.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik dan Polresra Pulau Ambon, tetapi mereka tidak juga mengizinkan untuk ikut mendampingi korban.

Pihak penyidik beralasan korban tidak memiliki surat kuasa dari korban untuk melakukan pendampingan.

Namun, setelah surat tersebut dibuat polisi kembali tifak mengizinkan kuasa hukum menemui korban.

"Surat kuasa itu melalui lisan juga tidak apa-apa, tapi polisi tidak mau. Sekarang kita sudah siapkan surar kuasa mereka juga tidak mau kira mendampingi korban termasuk menemuinya," ungkapnya.

Ia sendiri tidak mengerti alasan polisi menolak kuasa hukum mendampingi korban.

"Saya tidak mau berkesimpulan tapi ini memang agak janggal," katanya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Mapolres Pulau Ambon, sejumlah keluarga dan rekan korban juga masuh menunggu untuk menemui korban.

Baca juga: Setelah Demo di Kantor Gubernur Maluku, Mahasiswa Diculik, Dipukuli, lalu Dilepaskan

Sebelumnya diberitakan, aksi penculikan Muhamad Syahrul Wadjo, salah seorang mahasiswa Universitas Pattimura Ambon terjadi di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, tak jauh dari Sekretariat Komisariat Ekonomi Unpatti pada Rabu malam pukul 22.20 WIT.

Aksi penculikan itu terjadi setelah korban bersama rekan-rekannya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku pada Rabu kemarin.

Para pelaku penculikan saat itu datang dengan menggunakan dua mobil pribadi dan langsung menculik korban.

Para penculik ada yang membawa parang dan sempat menodong kroban.

Korban sendiri baru dibebaskan pada pukul 06.00 WIT dan saat ini masih dimintai keterangannya di kantor Polresta Pulau Ambon.

Terkiat insiden penculikan itu, empat orang saksi yang juga rekan korban hingga kini masih dimintai keterangannya di Polresta Pulau Ambon.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
Cianjur: Build Back Better

Cianjur: Build Back Better

Regional
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Regional
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Regional
BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.