Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai, Polisi Periksa 3 Saksi

Kompas.com - 03/09/2020, 12:30 WIB
Ilustrasi penganiayaan Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan

SINJAI, KOMPAS.com - Polisi periksa tiga orang saksi terkait kasus dugaan pemukulan terhadap A (15), seorang pelajar yang dilakukan oknum petugas Dinas Perhubungan ( Dishub) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berinisial MI.

"Ada tiga saksi sudah diperiksa. Mereka adalah Ambo Towo, Suriadi dan ibu korban. Pemeriksaan ketiganya dilakukan pada Senin 31 Juli 2020 di Mapolres Sinjai," ujar Kasubbag Humas Polres Sinjai AKP Fatahuddin saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Saat ini, lanjut Fatahuddin, kasus tersebut naik ke tahap penyidikan dan rencana dalam waktu dekat penyidik akan melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Sinjai.

Baca juga: Diduga Pukul Pelajar SMP, Oknum Petugas Dishub Kabupaten Sinjai Dilaporkan Polisi

Fatahuddin menambahkan, korban telah melakukan visum di Puskesmas Manimpahoi Sinjai.

"Berdasarkan hasil visum, di telinga kiri korban memang tampak kemerahan," ujarnya.

Dihubungi terpisah, ayah dari Andika, Andi Basri berharap agar kasus ini cepat selesai dan pelaku segera ditangkap.

Selain itu, dia meminta oknum petugas tersebut diberikan sanksi tegas.

"Saya berharap kepada Kadis Dishub Sinjai agar memberikan sanksi ke anggotanya, kalau bisa menonaktifkan," tuturnya.

Baca juga: Korupsi Dana Desa, Kades Lamatti Riawang Sinjai Dituntut 4 Tahun Penjara

Sebelumnya, seorang pelajar SMP di Sinjai bernama Andika (15) diduga dipukul oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berinisial MI.

Pemukulan terjadi di areal parkir Pasar Dusun Maniampohoi, Desa Saotengnya, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Sulawesi. Minggu (19/7/2020).

Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sinjai Tengah, dan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Sinjai pada 22 Juli 2020.

Kapolsek Sinjai Tengah AKP Sunyoto mengatakan, korban saat itu sedang menunggu ibunya keluar dari pasar.

Ketika korban hendak meninggalkan tempat, tiba-tiba diikuti oleh petugas tersebut dan korban dipukul di bagian kepala.

"Petugas itu awalnya meminta uang parkir Rp 2.000, namun korban mengaku sudah bayar tapi diminta uang parkir untuk ke dua kalinya," kata Kapolsek Sinjai Tengah AKP Sunyoto, Senin 20 Juli 2020.

Berdasarkan keterangan korban, kata dia, pelaku merupakan oknum petugas honorer Dishub Kabupaten Sinjai.

"Kita akan panggil petugas tersebut untuk dimintai klarifikasi mengenai kasus pemukulan ini," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X