Dibayar Rp 2 Juta untuk Biaya Wisuda, Mahasiswa Antar Sabu Senilai Hampir Rp 800 Juta

Kompas.com - 03/09/2020, 11:33 WIB
Ilustrasi narkoba ThinkstockIlustrasi narkoba
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - IM (23) seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Aceh Timur dibayar Rp 2 juta untuk mengantar sabu sebesar 1 kilogram senilai hampir Rp 1 milar.

IM berdalih terpaksa menjadi kurir sabu karena terdesak biaya wisuda di kampusnya. Mahasiswa berusia 23 tahun itu telah ditangkap polisi pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi menyamar sebagai pembeli. Mereka kemudian janjian untuk bertemu. Di hari yang ditentukan IM datang membawa sabu menggunakan angkutan umum.

Baca juga: Mahasiswa Ini Terpaksa Mengantar Sabu untuk Biaya Uang Wisuda

“Kita pesan sabu-sabu dalam penyamaran dan janji bertemu di jalan Desa Birem Puntong Simpang Komodore, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Tersangka datang dengan angkutan umum. Begitu ketemu dan kita pastikan ada sabu-sabunya, langsung kita tangkap,” kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa Iptu Wijaya Yudi Stira Putra dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2020).

Sabu yang dibawa M dikemas dalam bungkus teh merek Guanyingwang dari Cina. Menurut Wijaya, satu kilogram sabu itu di pasaran seharga Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar.

“Satu kilogram sabu-sabu itu harganya sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar di pasaran. Nah, dia mengaku upah kurir Rp 2 juta. Silakan dia memberi keterangan begitu, itu hak dia. Terpenting barang bukti dan keterangan saksi lain bisa kita buktikan di pengadilan,” kata Wijaya.

Baca juga: Jual Sabu 5,5 Gram, Wanita Ini Divonis 9 Tahun dan Denda Rp 8 Miliar

Saat ini polisi memburu pemilik sabu yang berinisial I warga Kecamatan Idi Ryeuk, Kabupaten Aceh Timur. I sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Langsa.

“Bagi pelaku yang masuk DPO kami imbau menyerahkan diri. Kalau tidak, kita buru sampai ketemu,” kata Wijaya.

Dari tangan M, polisi menyita 1 kilogram sabu, satu posel, dan satu tas warna hitam.

Mahasiswa berusia 23 tahun itu dijerat Pasal 112 ayat 2 atau Pasal 114 ayat 2 Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia terancam pidana penjara paling singkat 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Masriadi | Editor: Abba Gabrillin)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X