Kompas.com - 03/09/2020, 10:20 WIB
Tersangka M (25), pembunuh pelajar SMP 2 Galang, NW (13), dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Deli Serdang pada Rabu (2/9/2020) siang. Di sebelahnya, Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Aris Merdeka Sirait. KOMPAS.com/DEWANTOROTersangka M (25), pembunuh pelajar SMP 2 Galang, NW (13), dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Deli Serdang pada Rabu (2/9/2020) siang. Di sebelahnya, Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Aris Merdeka Sirait.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Nick Wilson pelajar SMP berusia 13 tahun di Deli Serdang, Sumatera Utara dibunuh oleh temannya sendiri, M (25) karena dendam sering dikaitkan dengan kegiatan yang berbau narkoba.

Nick Wilson sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 15 Agustus 2020.

Siswa SMP itu dibunuh setelah memberikan tumpangan pada M yang akan pergi ke kebun.

Hari itu Nick Wilson yang sedang mengendarai motor Jupiter Z bertemu M di Jalan Simpang Namurambe. Nick Wilson kemudian menawari M tumpangan. Saat itu M hendak ke kebunnya di Tanjung Morawa sehingga ia membawa karung dan tali.

Baca juga: Duduk Perkara Kasus Mayat Pelajar SMP dalam Karung, Pembunuhnya Mengaku Punya Dendam

Di tengah jalan, M mengajak bocah 13 tahun itu istirahat di aliran Sungai Merah.

“Karena sudah ada rasa dendam, tersangka M mengajak korban beristirahat di aliran Sungai Merah, di situ lah dieksekusi,” kata Kapolres Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak lama kemudian M menganiaya Nick Wilson karena dendam kerap dikaitkan dengan kegiatan berbau narkoba.

“Motifnya dendam karena sering dikatai ada kegiatan berbau narkoba di rumah tersangka. Dari hasil tes urin kepada M, hasilnya negatif,” katanya.

Baca juga: Sederat Fakta Mayat Dalam Karung, Ditemukan Batu 10 Kg dan Pelukan Terakhir Sang Ibu

Setelah dianiaya hingga meninggal dunia, mayat Nick Wilson dimasukkan ke karung dan diikat lalu dilarung ke aliran Sungai Merah.

Pelaku kemudian membawa motor milik korban ke bengke E (34). Oleh E motor itu dijual kepada B (27) seharga Rp 2 juta.

Dari hasil penjualan motor tersebut, E mendapatkan uang Rp 200.000 dari M.

“Kendaraannya sedang dilakukan pencarian karena dari hasil keterangan tersangka B, dijual lewat media sosial,” katanya.

Baca juga: Peluk Ibu Sebelum Dilaporkan Hilang, Bocah 13 Tahun Ditemukan Tewas Dalam Karung

Sisa uang hasil penjualan motor kemudian digunakan M untuk melarikan diri ke Desa Tabayung Mandailing Natal.

Ia kabur pada 18 Agustus 2020 atau sehari sebelum mayat Nick Wilson ditemukan.

Keberaan M dketahui setelah polisi melakukan pendekatan terhadap keluarga pelaku. Saat dijemput, tersangka M sudah bekerja di sebuah perusahaan.

Diberitakan sebelumnya, mayat Nick Wilson ditemukan di dalam kali pertama kali oleh Suharyono yang hendak mengambil pasir di Sungai Merah, Tanjung Morawa, Deli Serdang pada Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Mayat Dalam Karung di Deli Serdang Diduga Bocah Berusia 13 Tahun, Ini Penjelasan Polisi

Saat ditemukan polisi sempat kesulitan mengidentifikasi korban karena kondisi mayat sudah rusak.

Selain mayat, di dalam karung tersebut polisi juga menemukan sebongkah batu karal seberat 10 hingga 15 kilogram. Kuat dugaan batu tersebut digunakan agar mayat tenggelam.

Dibunuh di hari ulang tahunnya

(dari kiri ke kanan) Tersangka B, E dan M dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Deli Serdang pada Rabu (2/9/2020) tentang pembunuhan Nick Wilson (13), pelajar SMP 2 Galang yang mayatnya ditemukan di Sungai Merah, Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang pada 19 Agustus 2020.KOMPAS.COM/DEWANTORO (dari kiri ke kanan) Tersangka B, E dan M dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Deli Serdang pada Rabu (2/9/2020) tentang pembunuhan Nick Wilson (13), pelajar SMP 2 Galang yang mayatnya ditemukan di Sungai Merah, Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang pada 19 Agustus 2020.
Mirawati ibu Nick bercerita jika anaknyanya hilang di hari ulang tahunnya yang ke-13.

"Tanggal 15 Agustus itu dia ulang tahun. Umurnya 13 tahun lah. Jadi bangun tidur dia sempat memeluk saya. Saya sempat heran saya bilang kenapa kau memeluk mamak tiba-tiba. Dibilangnya mamak lupa ya, dibilangnya dia ulang tahun," ucap Mirawati.

Mirawati mengaku syok dan tak percaya buah hatinya meninggal dengan cara mengenaskan.

"Karena mau beli sarapan saja saya kasih dia uang. Setelah beli sarapan sempat balik pulang ke rumah mengembalikan uang kembalian tapi setelah itu pergi lagi dan tidak kembali lagi," kata Mirawati.

Baca juga: Identitas Mayat Dalam Karung di Sungai Merah Terungkap, Korban Pelajar SMP 2 Galang

Sementara itu paman korban, Bob Fahmi, Nick bukan sosok anak bermasalah. Pihak keluarga pun tak tahu mengapa Nick dibunuh.

"Kami enggak ada lihat tanda-tanda kalau dia punya masalah. Dia masih kelas 2 SMP itu," kata Bob, dilansir dari Tribunnews, Sabtu (22/8/2020).

Bob menambahkan, keponakannya saat itu pergi keluar untuk mencari sarapan. Nick pergi dengan mengendarai sepeda motor Jupiter Z miliknya.

Baca juga: Sedang Mengambil Pasir, Warga Kaget Temukan Jenazah Pria Dalam Karung

Setelah sempat pulang, Nick kemudian pergi lagi, dan tak pernah pulang ke rumah.

"Dia tinggal serumah sama saya. Saat pamit itu dia sama ibunya untuk beli sarapan saja tapi kemudian tidak pulang-pulang lagi,"ucap Bob.

Keluarga mengetahui Nick dibunuh setelah melihat foto yang beredar di media sosial tentang penemuan mayat di Sungai Merah.

"Di lihat dari handpone agak ragu awalnya. Tapi dari bajunya sepertinya sama. Saya lihat lihat baju di rumah yang seperti itu juga enggak ada. Cuma saat itu agak besar tubuh anak saya itu," kata Mirawati.

Baca juga: Misteri Mayat di Dalam Karung, Diduga Korban Penganiayaan Sindikat Narkoba

Beberapa saat kemudian, polisi menghubungi dirinya untuk meminta mengidentifikasi jasad di dalam karung tersebut.

Mirawati lalu bersama keluarga pergi ke rumah sakit Bhayangkara Medan. Setelah melihat ciri-ciri di jasad tersebut, terutama cat pirang di rambut, Mirawati meyakini jika mayat tersebut adalah anaknya.

“Iya benar, jenazah yang ditemukan itu, teridentifikasi sebagai seorang pelajar SMP 2 Galang,” kata Kasat Reksrim Polresta Deli Serdang Kompol M Firdaus saat dihubungi, Sabtu (22/8/2020) pagi.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Dewantoro | Editor: Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X