Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Kakek Salimin, Tewas dan Hangus Terbakar di Tumpukan Sampah, Diduga Sempat Pingsan

Kompas.com - 03/09/2020, 06:06 WIB
Pythag Kurniati

Editor

KOMPAS.com- Betapa terkejutnya warga Desa Asemrundung, Grobogan, Jawa Tengah lantaran menemukan kakek Salimin (80) tewas di atas tumpukan sampah saun kering, Selasa (2/9/2020) malam.

Saat ditemukan, jasad Salimin dalam kondisi mengenaskan.

Tubuhnya hangus terpanggang dengan kondisi luka bakar seratus persen.

Baca juga: Saya Tegur Dua Kali, Oknum TNI Itu Malah Mengeluarkan Senjata Apinya di Depan Saya

Berawal curiga api membumbung tinggi

ilustrasi kebakaranFreepik/Ilovehz ilustrasi kebakaran
Kapolsek Geyer Iptu Danang Esanto mengemukakan, penemuan mayat kakek Salimin bermula dari kecurigaan warga setempat melihat kobaran api membumbung tinggi.

Api tersebut berada di pekarangan rumah Salimin.

Memang, hampir setiap sore Salimin diketahui selalu menghabiskan waktu membakar sampah dari daun kering di sebelah barat rumah.

Namun karena penasaran, warga mendekati lokasi tersebut.

Betapa terkejut warga menemukan Salimin tewas dengan kondisi tubuh hangus terbakar.

Jasad Salimin tergeletak di atas tumpukan sampah daun-daun kering.

"Saat diperiksa, korban sudah meninggal dunia dengan jasad hangus terbakar," kata Danang.

Baca juga: Diduga Pingsan Saat Bakar Sampah, Kakek 80 Tahun Tewas Terbakar

 

ilustrasi mayatAFP PHOTO ilustrasi mayat
Diduga sempat pingsan, tubuh terbakar 100 persen

Kejadian tersebut, kata Danang, kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan pihak kepolisian.

Tim dari Polsek , tim inafis Polres serta tim medis puskesmas pun tiba di lokasi.

"Dari pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar dia.

Diduga, Salimin sempat pingsan ketika membakar sampah sehingga tubuhnya ikut terbakar.

"Korban semula diduga lemas akibat menghirup banyak asap saat membakar sampah hingga akhirnya pingsan dan terbakar," tutur dia.

Pihak keluarga korban telah menerima insiden tersebut dan menolak autopsi.

"Jenazah kemudian diserahkan keluarga untuk lengsung dimakamkan," kata dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com