Kompas.com - 03/09/2020, 05:55 WIB
Petugas Satreskrim Polresta Tasikmalaya, sedang memeriksa tersangka pembunuhan gadis belia yang dibuang mayatnya ke kolam ikan dan kesehariannya sebagai tukang cilok, Rabu (2/9/2020). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAPetugas Satreskrim Polresta Tasikmalaya, sedang memeriksa tersangka pembunuhan gadis belia yang dibuang mayatnya ke kolam ikan dan kesehariannya sebagai tukang cilok, Rabu (2/9/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - EB (38) warga Cilembang yang sehari-hari berjuakan cilok di Tasikmalaya membunuh gadis 18 tahun, KR karena mengincar isi tas yang ternyata berisi pakaian.

Mayat KR kemudian dibuang di sebuah kolam ikan dan ditemukan mengambang pada Minggu (26/7/2020). Sementara pakaian milik KR dijual ke pasar loak seharga Rp 115.000.

Pembunuhan tersebut berawal saat KR datang dari Cirebon ke Kota Tasikmalaya untuk menemui ibu angkatnya.

Baca juga: Pembunuh Gadis di Kolam Ikan Mengaku Incar Isi Tas Kresek Korban, Ternyata Isinya hanya Pakaian

Ia pun mencari alamat sang ibu angkat di kawasan eks Terminal Cilembang. Saat itu KR bertemu dengan EB yang mengaku mengetahui alamat yang dicari KR.

Oleh EB, gadis 18 tahun itu diajak naik angkot lalu dibawa ke pinggir rel kereta api di wilayah Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Sejak pertama bertemu, EB mengincar isi tas kresek yang dibawa oleh KR. Karena datang dari Cirebon, EB mengira tas tersebut berisi barang berharga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kasus Mayat Gadis Penuh Luka di Kolam Ikan Terungkap, Pembunuhnya Ternyata Tukang Cilok

Namun betapa emosinya EB saat tahu tas kresek yang dibawa KR hanya berisi pakaian.

Ia pun membunuh KR dan mayat gadis 18 tahun itu dibuang di kolam ikan. Mayat KR kemudian ditemukan mengambang.

"Saya langsung berniat dari awal akan mengambil barang korban. Saya pun berpura-pura tahu dan bisa mengantarkan korban ke alamat yang dicarinya."

"Tapi, setelah saya bawa pakai angkutan umum ke lokasi, saya emosi karena tasnya hanya berisi pakaian saja. Benar lokasinya di dekat rel dan kolam ikan itu," katanya saat dimintai keterangan di ruang pemeriksaan, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Cari Ibu Angkat, Gadis Ini Dibunuh dan Mayatnya Mengambang di Kolam Ikan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X